Opini

Masa Pandemi Virus Covid-19, Saatnya Tunda Kehamilan

Selama Mei-Juni saat pandemi Covid-19 menginfeksi wilayah Indonesia, beberapa e-mail senada diterima oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kolumnis dan Direktur Eksekutif PKBI, Eko Maryadi 

Risiko Hamil Saat Pandemi

Tidak semua proses kehamilan pasangan berjalan lancar.

Ada beberapa kasus kehamilan bermasalah, disebabkan oleh penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, kelainan jantung, penyakit paru, sampai kompleksitas di seputar alat reproduksi perempuan atau bahkan gangguan emosi dan psikologi.

Hamil pada saat pandemi, akan menyulitkan ibu hamil dari akses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang dibutuhkan seperti klinik spesialis, atau klinik konseling psikologi.

Fasilitas kesehatan publik termasuk klinik, apotek, rumah sakit, pada umumnya menerapkan pembatasan jumlah pasien selama pandemi Covid.

Kalaupun beroperasi rumah sakit dan puskesmas sangat repot karena para dokter, perawat, petugas lab, dan apoteker sedang memprioritaskan menanganan penyakit yang disebabkan oleh SARS-Cov2 alias Covid-19.

Sehingga kebutuhan layanan ibu hamil dan pasien kasus non-Covid akan terabaikan.

Apabila kehamilan itu bermasalah mulai dari pendarahan, sungsang, kurang gizi (stunting), atau ibu hamil terpicu oleh penyakit bawaan, maka risiko bagi ibu dan jabang bayi menjadi lebih besar.

Kepala BKKBN yang juga dokter ahli kandungan, Hasto Wardoyo, menyarankan, pasangan yang ingin hamil bersedia menunda kehamilan setidaknya sampai badai besar Covid mereda atau saat pelayanan kesehatan ibu dan anak telah pulih seperti semula.

Senada dengan itu, Ketua Pengurus Nasional PKBI Ichsan Malik meminta, agar klinik-klinik kespro dan konseling PKBI daerah, aktif memberikan layanan kepada masyarakat.

"Berbagai laporan selama pandemi Covid diantaranya meningkatnya kasus kehamilan tidak diinginkan (KTD), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kekerasan terhadap anak, bertebaran dalam media mainstream dan media sosial. Itu bermula dari gangguan kejiwaan akibat tekanan wabah Covid yang memicu gesekan sosial mikro di dalam keluarga atau komunitas. Stay at home selama pandemi memang meningkatkan kebersamaan keluarga, tetapi juga mengandung risiko terjadinya friksi dan konflik di tengah keluarga akibat tekanan wabah Covid", kata Ichsan Malik dalam sebuah diskusi internal PKBI.

Ada tiga risiko utama kehamilan selama pandemi Covid-19 yaitu meningkatnya angka stunting atau gizi buruk bayi, meningkatnya angka kematian ibu dan anak, dan meningkatnya beban kesehatan warga dan negara disebabkan meningkatnya kasus stunting dan kematian ibu/anak.

Kehamilan Tidak Diinginkan

Kasus kehamilan tidak diinginkan sebagian besar terjadi pada pasangan yang sudah mempunyai anak. Yakni keluarga yang sudah memiliki sedikitnya satu atau dua anak.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved