Kekerasan Seksual

13 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Luwu dalam 6 Bulan Terakhir

Kepala DP3A Luwu Buhari mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

net
ilustrasi 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Sebanyak 13 kasus kekerasan seksual terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dalam enam bulan terakhir atau periode Januari-Juni 2020.

Jumlah kasus ini diketahui melalui data yang dirilis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Luwu.

Kepala DP3A Luwu Buhari mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2017, kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak 53 kasus dan kekerasan seksual 18 kasus.

Tahun 2018 kekerasan fisik sebanyak 41 kasus dan seksual 28 kasus.

Lalu tahun 2019, kekerasan fisik perempuan dan anak 49 kasus, KDRT 8 kasus, kekerasan psikis 10 kasus, seksual 32 kasus, dan penelantaran 4 kasus.

Sementara pada tahun 2020 terhitung sampai bulan Juni tercatat kasus kekerasan seksual 13, penelantaran 2 kasus, dan pernikahan anak di bawah umur sebanyak 25 kasus.

"Inilah yang mendorong kami untuk melakukan upaya penanggulangan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan," kata Buhari, Kamis (9/7/2020).

Dalam menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak DP3A membuat program Gerakan Anti Kekerasan terhadap Perempuan Anak (Gerak Pena)

Merupakan sebuah gagasan inovasi dalam upaya penanggulangan maupun penanganan tindak kekerasan.

Gerakan ini melibatkan Kejaksaan Negeri Luwu, Polres Luwu, dan Tim Penggerak PKK Luwu.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang mengatakan bahwa untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang tiap tahunnya mengalami peningkatan, maka perlu ada penanganan secara serius.

"Akhir-akhir ini memang terjadi hal-hal negatif terhadap perempuan dan anak, bukan hanya tindak kekerasan tetapi juga tindakan pelecehan seksual hingga pemerkosaan," katanya.

"Ini suatu masalah yang betul-betul harus dicari solusinya dan perlu adanya gerakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," pintanya.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved