Update Corona Makassar

Respon Pangdam XIV Hasanuddin Soal Surat Keterangan Bebas Covid-19 Masuk Makassar

Pangdam XIV Hasanuddin menanggapi terkait wacanaPemkot Makassar menerapkan perbelakuan surat keterangan bebas Covid-19.

TRIBUN-TIMUR.COM/HASAN BASRI
Pangdam XIV Hasanuddin menggelar acara Coffee morning bersama insan pers dengan tema bersama melawan Covid 19. Acara ini berlangsung di Baruga Syekh Yusuf, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin
Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka menanggapi terkait wacana Pemerintah Kota Makassar menerapkan perbelakuan surat keterangan bebas Covid-19.

SK bebas Covid bakal diberlakukan kepada warga atau pendatang di luar kota yang ingin masuk Kota Makassar disaat pandemi Covid 19.

"Sampai saat kami belum tau (SK Bebas Covid 19). Karena itu memang kewenangan pemkot, " Kata Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka kepada wartawan usai.

Namun Jenderal dua bintang ini mengaku jika memang ada penerapan SK itu oleh Pemkot Makassar, ia memastikan wacana itu akan dibahas di tim gugus tugas.

"Kalau pun ada pasti akan dibahas di gugus tugas. Kira kira latar belakangnya apa dan bagaimana. Tapi sejauh ini kami belum tau, " Ujarnya.

Sebelumnya, Penjabat (PJ) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin
dalam rapat Kordinasi (rakor) dengan jajaran Forkopimda Makassar, menyampaikan memberlakukan SK bebas covid
untuk menekan penyebaran virus Covid 19 di Makassar.

Pemeriksaan surat keterangan bebas covid bagi warga luar kota yang ingin masuk ke Kota Makassar akan dilakukan di setiap pintu perbatasan.

“Jadi siapapun yang masuk di Kota Makassar harus punya surat keterangan bebas Covid. karena mita tidak pernah tahu, misal ada yang ke maros dari maros dia tidak mematuhi aturan protokol kesehatan entah terpapar dimana dan kembali ke Makassar membawa virus tanpa ada tanda-tanda. Nah, itu yang kita waspadai,” ujar Rudy yang juga merupakan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Untuk penerapannya sendiri kata Dia masih menggodok dan berkordinasi dengan pihak terkait seperti dinas perhubungan, dinas kesehatan, TNI dan Polri.

Selain itu, Rudy juga sementara membentuk tim percepatan dengan bermuara pada tiga konsep yakni unsur kepatuhan, unsur kejujuran dan saling pegang tangan untuk menyadarkan masyarakat.

Tiga unsur ini dinilai Rudy sangat penting karena jumlah pasien positif covid bertambah dikarenakan tidak patuhnya masyarakat terhadap protokol kesehatan, tidak jujurnya masyarakat jika sedang merasakan gejala virus.

“Jadi kita panggil juga tim dari Unhas, tim epidemiologi yang memang mampu menggambarkan bagaimana status terhadap suatu pandemi atau penyakit yang berdampak pada suatu populasi di masyarakat,” ucapnya.

Tim ini yang nantinya akan melakukan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat yang masih belum paham tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan rapid test. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved