Tribuners Memilih

Hari Ini Uji Coba Ketiga e-coklit, KPU Makassar: KPU RI Tes Server Pusat

KPU Makassar menggelar uji coba kedua Elektronik Pencocokan dan Penelitian (e-coklit) secara Nasional bersama 9 provinsi

ISTIMEWA
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menggelar uji coba kedua Elektronik Pencocokan dan Penelitian (e-coklit) secara Nasional bersama 9 provinsi, Senin (2962020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menggelar uji coba kedua Elektronik Pencocokan dan Penelitian (e-coklit) secara Nasional bersama 9 provinsi, Senin (29/6/2020).

Komisoner KPU Makassar, Romy Harminto mengatakan, kesembilan provinsi yakni, Bengkulu, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo.

“Uji coba e-coklit secara online di KPU Makassar, tahap awal hanya mengukur kemampuan dan kekurangan aplikasi setelah itu dievaluasi dan dikembangkan untuk uji coba ke tahap kedua dan ketiga,” ujarnya.

Ia mengatakan 90 persen sudah berjalan sesuai harapan. "Kekurangannya terkait notifikasi yang dikirimkan, sehingga ada petunjuk teknis yang kami berikan. Misalnya apakah data tersebut sudah sesuai? Nah kadang petugas lupa memencetnya," ujarnya.

E-coklit online terlihat dapat diakses melalui smartphone dan mengunakan aplikasi internet berbasic digitalisasi.

Sehingga lebih memudahkan bagi petugas dan tidak lagi bekerja mengunakan sistem manual.

Sebelumnya aplikasi e-coklit juga mudah digunakan sehingga Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) yang menggunakannya sangat praktis dan hemat waktu.

Keunggulannya tentu penginputan data yang lebih ringkas karena hasil unggahan petugas di lapangan langsung masuk ke server Sidalih KPU Makassar.

Setelah melakukan uji coba tahap kedua KPU RI rencana akan mengelar kembali uji coba tahap ketiga Selasa (30/6/2020) besok.

"Bila uji coba pertama dan kedua kita yang mengotrol, uji coba ketiga giliran KPU RI yang mengotrol di Jakarta. Bukan lagi pengenalan e-coklit, tetapi mengetes server pusat saat 230 daerah memasukkan data," ujarnya.

230 daerah atau 92 persen dari 270 daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020 sudah cukup menguji server KPU RI.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved