Breaking News:

Liga 1

Segini Nominal Kerugian yang Terjadi Jika Kompetisi Sepak Bola di Indonesia Tidak Bergulir

Kerugian akibat perputaran ekonomi yang berhenti karena mandeknya kompetisi sepak bola nasional berkisar antara Rp2,7 hingga Rp3 triliun dalam satu ta

abdiwan/tribun-timur.com
Asnawi Mangkualam saat menggiring bola dan hendak melewati pemain Barito Putera pada laga pekan ketiga Liga 1 2020 di Stadion Mattoanging, Makassar, Minggu (15/3/2020). 

Segini Nominal Kerugian yang Terjadi Jika Kompetisi Sepak Bola di Indonesia Tidak Bergulir  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kerugian akibat perputaran ekonomi yang berhenti karena mandeknya kompetisi sepak bola nasional berkisar antara Rp 2,7 hingga Rp3 triliun dalam satu tahun.

Dampak ekonomi ini menjadi besar karena sepak bola di Indonesia sudah menjadi industri dan menggerakkan kesempatan kerja hingga 24 ribu orang.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo saat bertemu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PSSI pada Jumat (26/6/2020) lalu.

Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo saat bertemu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PSSI
Kepala Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global LPEM Universitas Indonesia Mohamad Dian Revindo saat bertemu Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di kantor PSSI (liga-indonesia.id)

“Patut dicatat, dampak ekonomi karena kompetisi itu tak hanya berhenti di ekonomi, tapi menghasilkan dampak sosial yang baik bagi anak muda, seperti kesehatan, dan tercurahnya aktivitas untuk hal-hal positif,” kata Revindo dikutip dari laman Liga-indonesia.id.

Kedatangan para akademisi Universitas Indonesia ke kantor PSSI juga sebagai ungkapan terima kasih karena Ketua Umum PSSI telah menjadi pembicara pada web seminar berjudul ‘Sepak Bola Nasional Pasca Covid-19: Dampak Kompetisi dan Kehadiran Satgas Anti Mafia Bola terhadap Persepakbolaan Nasional’, 10 Juni 2020 lalu.

Webinar tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dan menjadi wadah diskusi untuk mempersiapkan kembali bergulirnya kompetisi sepak bola Indonesia dalam kondisi new normal yang dapat menciptakan kompetisi yang sehat dan mampu menggerakan perekonomian nasional.

Iriawan mengapresiasi pemikiran peneliti Universitas Indonesia dan menyatakan bahwa PSSI terbuka menjalin kerja sama dengan para akademisi demi kemajuan sepak bola nasional.

“Kita melakukan banyak hal yang dapat menghasilkan manfaat penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia, termasuk kerja sama dengan para akademisi dunia pendidikan,” jelas Iriawan.

Ketua PSSI, Iwan Bule
Ketua PSSI, Iwan Bule (Sekretariat Presiden)

Seperti diketahui, pada Webinar UI lalu, PSSI menekanan pentingnya kompetisi bergulir dengan memperhatikan kemajuan timnas Indonesia dan juga sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi Indonesia pasca Covid-19.

Saat itu, pria bersapaan ‘Iwan Bule’ ini menegaskan, bergulirnya kompetisi tentu saja berdampak bagi perekonomian nasional, khususnya bagi industri persepak bolaan nasional.

Halaman
123
Editor: Ilham Mulyawan Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved