TKI Diisolasi

Tiba di Bone, 77 TKI Dianjurkan Isolasi Mandiri 14 Hari

Mereka tiba setelah dijemput oleh Tim Satuan Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC) Kabupaten Bone di Pelabuhan Pare-Pare.

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Para TKI asal Bone saat menunggu pemeriksaan di Gedung Pemuda Watampone Jl Kawerang, Kelurahan Manurungge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Jumat (26/6/2020) 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Sebanyak 77 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulangkan dari Malaysia telah tiba di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (26/6/2020) malam.

Mereka tiba setelah dijemput oleh Tim Satuan Tugas Percepatan dan Pencegahan Covid-19 (PPC) Kabupaten Bone di Pelabuhan Pare-Pare.

Mereka langsung dibawa ke Gedung Pemuda
Watampone di Jl Kawerang, Kecamatan Tanete Riattang.

Juru Bicara Tim PPC-19 Kabupaten Bone, Yusuf mengatakan penjemputan dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan tetap berjalan dari Malaysia hingga di Bone.

Menurut Yusuf, mereka ini telah menjalani rapid test di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sebelum diberangkatkan ke Pelabuhan Pare-Pare. Hasil rapid test menunjukkan non-reaktif.

Meski begitu, pihaknya tetap melakukan screening dan pemeriksaan dokumen kesehatan sebelum mereka kembali ke kediamannya masing-masing. Mereka juga dianjurkan menjalani isolasi mandiri.

"Mereka juga wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dengan dipantau Tim Satgas Kelurahan/Desa masing-masing," tambah Yusuf.

Yusuf menerangkan data awal yang diperoleh TKI asal Bone berjumlah 102 orang. Tetapi setelah dilakukan pendataan ulang di Pelabuhan Pare-Pare hanya berjumlah 100 orang.

Dua orang, kata Yusuf, kemungkinan memperpanjang izin tinggalnya di Malaysia.

Dari 100 orang tersebut, hanya 77 orang yang ikut dalam rombongan Tim Satgas PPC-19. Sebanyak 23 orang langsung memisahkan diri karena dijemput oleh pengurus dan keluarganya.

Dikatakan Yusuf, mereka ini warga Bone yang bekerja di Malaysia. Namun, ada dari mereka yang tersangkut kasus hukum sehingga dipulangkan.

"Dari 77 orang tersebut, terdapat 19 orang tersangkut kasus hukum, seperti kriminal, narkoba, overstay, dan menjadi TKI ilegal katanya.

TKI berjumlah 19 tersebut, kata Yusuf, akan dilakukan pemeriksaan oleh polisi sebelum dikembalikan ke kediaman masing-masing.

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved