Korupsi Dana PAUD

Dua Terdakwa Kasus Korupsi PAUD Bone Kembalikan Uang Rp 840 Juta

Kasi Intel Kejari Bone, Andi Alamsyah mengatakan uang yang dikembalikan sebagai uang pengganti kerugian keuangan negara.

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Pengembalian uang kerugian keuangan negara senilai Rp 840 juta yang dilakukan dua terdakwa kasus dugaan korupsi PAUD Bone ke Kejari Bone, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG TIMUR - Dua terdakwa dugaan korupsi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengembalikan uang Rp 840 juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone.

Kasi Intel Kejari Bone, Andi Alamsyah mengatakan uang yang dikembalikan sebagai uang pengganti kerugian keuangan negara.

"Dua terdakwa yang mengembalikan uang yakni Sulastri dan Muh Ikhsan. Keduanya masing-masing mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 480 juta," katanya saat dihubungi melalui via WhatsApp, Rabu (24/6/2020).

Menurut Andi Alamsyah, pengembalian uang tersebut akan dimasukkan dalam pertimbangan tuntutan. Kemudian jadi pertimbangan hakim dalam putusan nantinya.

Total uang yang telah dikembalikan dari korupsi PAUD berjumlah Rp 1.230.075.000.

Sementara dugaan kerugian keuangan negara dalam kasus ini berdasarkan audit BPKP sebesar Rp 4,9 Miliar.

Terkait masih adanya selisih kerugian keuangan negara yang belum dikembalikan, Andi Alamsyah menyampaikan pihaknya mengambil langkah-langkah sesuai aturan hukum yang berlaku.

Rencananya, sidang tiga terdakwa dugaan kasus korupsi PAUD yakni Sulastri, Muh Ihsan dan Masdar akan dilaksanakan besok, Kamis (24/6/2020). Agenda sidang pembaca tuntutan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Namun, kata Andi Alamsyah, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

"Rencananya besok, tapi kami dapat informasi bahwa Pengadilan (Tipikor) Makassar akan ditutup guna penyemprotan cairan disinfektan," ujarnya.

Sementara, satu tersangka lainnya Erniati, berkas perkaranya telah dikembalikan hari ini ke penyidik Polres Bone.

Jaksa menilai, berkas perkara istri Wakli Bupati Bone ini belum lengkap.

"Masih ada petunjuk dari jaksa belum dipenuhi penyidik Polres Bone," jelas Andi Alamsyah.

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved