TERNYATA Berbahaya Memijat Penis, Bukan Membesarkan Tapi Bisa Rusak Sistem Pembuluh Darah

"Jadi jangan mengira penis itu isinya tulang, 100 persen itu isinya pembuluh darah, jadi banyak manipulasi penis itu merusak pembuluh darah,"

TRIBUN PEKANBARU
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ternyata berbahaya memijat penis, bukan membesarkan tapi bisa rusak sistem pembuluh darah

Miedical Sexologist Dr. Binsar Martin Sinaga FIAS membongkar bahaya mitos yang beredar di masyarakat terkait memijat penis atau Mr. P yang berbahaya bagi kesehatan.

Pertama dr. Binsar menjelaskan Mr. P 100 persen berisi pembuluh darah sehingga pijatan yang diharapkan memperkuat Mr. P malah bisa merusak pembuluh darah di Mr. P.

 

"Jadi jangan mengira penis itu isinya tulang, 100 persen itu isinya pembuluh darah, jadi banyak manipulasi penis itu merusak pembuluh darah," ungkap dr. Binsar saat ditemui langsung di tempat praktiknya di Radita Medical Center, Kamis (18/6/2020).

Dalam praktiknya dr. Binsar menceritakan ia memang sering menerima pasien yang percaya mitos ini, selain memijat biasanya juga menggunakaan alat-alat untuk memperbesar.

Kalau pemuluh darah sudah rusak karena kebanyakan dipijat maka masalah yang akan timbul adalah ereksi atau masalah pada ketegangan penis.

"Ya kalau dipijit atau dimasukin sesuatu rusaklah pembuluh darah. Dipasang apa katanya supaya besar itu rusak. Saya banyak menangani kasus seperti itu. Akhirnya rusak dan ngalami gangguan ereksi," ucap dr. Binsar.

Sakit Hati, Pria Ini Sebar Foto Syur Mantan Pacar di Sosial Media, Diberi Keterangan Open BO

EKSTREM! Cara Operasi Transgender, Ganti Kelamin Wanita Jadi Pria, Penis Dibuat dari Organ Intim Ini

Jika sudah terjadi ereksi maka harus segera memeriskan kesehatan Mr. P ke tenaga medis, biasanya akan dibantu oleh terapi obat untuk penyembuhannya.

Sayangnya terkait permasalahan di daerah vital masyarakat agak gensi berobat ke dokter karena malu, yang memancing timbulnya masalah tidak bisa memuaskan pasangan yang membuat hubungan suami istri jadi tidak harmonis.

"Ada banyak kasus pria gengsi gak mau berobat. Gengsi. 10 persen maksimal yang datang berobat. 90 persen sembunyi gak mau, akhirnya mengalami perceraian," ungkap dr. Binsar.

Halaman
1234
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved