PSM Makassar
Hamka Hamzah Pemimpin di Lapangan Hijau
Hebatnya lagi, 30 kali bermain, Hamka tak pernah digantikan atau masuk sebagai pemain pengganti. Dia selalu turun sejak menit awal
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
Hamka pun sekaligus meminta maaf kepada manajemen, berikut tim dan suporter, serta masyarakat yang selama ini telah mendukung tim kebanggaan Makassar dan Sulawesi Selatan itu.
"Terima kasih atas tawaran dan penghargaan yang Pak Appi berikan kepada saya agar tetap bertahan di PSM.
"Tetapi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, saya harus pamit dengan alasan yang tidak bisa saya ungkapkan, dan saya sudah memikiran dengan matang-matang," tulis Hamka.
Hamka juga mengunggah beberapa potongan gambar yang disatukan. Postingan itu pun dilengkapinya dengan backsound lagu "Kenanglah Aku" yang dipopulerkan oleh Naff.
• 2 Kali Perkuat PSM, Kedua Gagal Cemerlang, Kisah Bek Kwon Jun Lamaran di Stadion & Kondisi Sekarang
• CEO PSM Usul Liga 1 2020 Stop, Diganti dengan Apa? Begini Pendapat Zulkifli Syukur dan Abdul Rahman
"Saya Hamka Hamzah pamit dan memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila banyak kesalahan atau mengecewakan selama satu musim. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan," tulisnya.
"Terima kasih banyak saya bagi tim kebanggaan dan tanah kelahiran saya PSM Makassar, dengan berat hati saya pamit.
"Terima kasih satu musim yang saya tidak akan pernah saya lupakan yakni bernyanyi/berjoget bersama di tengah lapangan bareng para suporter-suporter fanatik," sambungnya lagi.
Apapun Timnya, Hamka Kaptennya
Menjadi seorang kapten atau pemimpin dalam tim sepak bola bukanlah suatu hal yang mudah.
Kapten harus mampu mengontrol sekaligus mengatur emosi dirinya dan rekan satu timnya jika terjadi permasalahan ketika laga berjalan.
Selain itu, pemain yang memakai ban kapten di lengannya juga harus bisa memutuskan secara cepat dalam permasalahan teknis maupun non-teknis yang ada di atas rumput hijau.
Hamka Hamzah membeberkan betapa beratnya menjadi seorang pemimpin dalam sebuah tim sepak bola.
Hamka mengaku beberapa kali pernah menolak dijadikan kapten tim karena tahu menjadi kapten adalah bukan tugas mudah.
"Disematkan kapten pertama itu waktu di Persija Jakarta tahun 2007, cuma nggak kuat waktu itu, karena masih bengal. Akhirnya saya minta ganti," kata Hamka dilansir dari kompas.com.
• Cerita Kebun Sayur di Stadion Mattoanging, PSM dan Liga 1 2020 Stop? Dampak Corona, Siapa yang Tanam
• Pahlawan PSM Ligina 2000, Juara 3 Kali dan Ingin Kembali ke Makassar, Sosok Kurniawan Dwi Yulianto
Sejak kepercayaan saat itu, Hamka terus belajar menjadi seorang kapten yang diterima oleh rekan-rekannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hamka-hamzah-saat-bermain-untuk-psm-di-liga-1-musim-2017.jpg)