Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Hamka Hamzah Pemimpin di Lapangan Hijau

Hebatnya lagi, 30 kali bermain, Hamka tak pernah digantikan atau masuk sebagai pemain pengganti. Dia selalu turun sejak menit awal

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
tribun timur/ocha alim
Hamka Hamzah saat bermain untuk PSM di Liga 1 musim 2017 di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta. 

Hamka pun sekaligus meminta maaf kepada manajemen, berikut tim dan suporter, serta masyarakat yang selama ini telah mendukung tim kebanggaan Makassar dan Sulawesi Selatan itu.

Hamka Hamzah
Hamka Hamzah (instagram.com/hamka23hamzah)

"Terima kasih atas tawaran dan penghargaan yang Pak Appi berikan kepada saya agar tetap bertahan di PSM.

"Tetapi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, saya harus pamit dengan alasan yang tidak bisa saya ungkapkan, dan saya sudah memikiran dengan matang-matang," tulis Hamka.

Hamka juga mengunggah beberapa potongan gambar yang disatukan. Postingan itu pun dilengkapinya dengan backsound lagu "Kenanglah Aku" yang dipopulerkan oleh Naff.

2 Kali Perkuat PSM, Kedua Gagal Cemerlang, Kisah Bek Kwon Jun Lamaran di Stadion & Kondisi Sekarang

CEO PSM Usul Liga 1 2020 Stop, Diganti dengan Apa? Begini Pendapat Zulkifli Syukur dan Abdul Rahman

"Saya Hamka Hamzah pamit dan memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila banyak kesalahan atau mengecewakan selama satu musim. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan," tulisnya.

"Terima kasih banyak saya bagi tim kebanggaan dan tanah kelahiran saya PSM Makassar, dengan berat hati saya pamit.

"Terima kasih satu musim yang saya tidak akan pernah saya lupakan yakni bernyanyi/berjoget bersama di tengah lapangan bareng para suporter-suporter fanatik," sambungnya lagi.

Apapun Timnya, Hamka Kaptennya

Menjadi seorang kapten atau pemimpin dalam tim sepak bola bukanlah suatu hal yang mudah.

Kapten harus mampu mengontrol sekaligus mengatur emosi dirinya dan rekan satu timnya jika terjadi permasalahan ketika laga berjalan.

Selain itu, pemain yang memakai ban kapten di lengannya juga harus bisa memutuskan secara cepat dalam permasalahan teknis maupun non-teknis yang ada di atas rumput hijau.

Para pemain tim nasional Indonesia di Piala AFF 2010 berkumpul di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, Firman Utina, Muhammad Nasuha, dan manajer Andi Darussalam Tabussala. Mereka angkat bicara setelah terseret isu pengaturan hasil pertandingan atau match fixing pada final kontra Malaysia delapan tahun silam.
Para pemain tim nasional Indonesia di Piala AFF 2010 berkumpul di Jakarta, Kamis (20/12/2018). Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, Firman Utina, Muhammad Nasuha, dan manajer Andi Darussalam Tabussala. Mereka angkat bicara setelah terseret isu pengaturan hasil pertandingan atau match fixing pada final kontra Malaysia delapan tahun silam. (Kompas.com/Alsadad Rudi)

Hamka Hamzah membeberkan betapa beratnya menjadi seorang pemimpin dalam sebuah tim sepak bola.

Hamka mengaku beberapa kali pernah menolak dijadikan kapten tim karena tahu menjadi kapten adalah bukan tugas mudah.

"Disematkan kapten pertama itu waktu di Persija Jakarta tahun 2007, cuma nggak kuat waktu itu, karena masih bengal. Akhirnya saya minta ganti," kata Hamka dilansir dari kompas.com.

Cerita Kebun Sayur di Stadion Mattoanging, PSM dan Liga 1 2020 Stop? Dampak Corona, Siapa yang Tanam

Pahlawan PSM Ligina 2000, Juara 3 Kali dan Ingin Kembali ke Makassar, Sosok Kurniawan Dwi Yulianto

Sejak kepercayaan saat itu, Hamka terus belajar menjadi seorang kapten yang diterima oleh rekan-rekannya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved