Breaking News:

Panen Cengkeh

Petani Cengkeh Luwu Diprediksi Kesulitan Cari Buruh Petik dan Merugi

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Luwu yang juga pedagang cengkeh Mulyadi.

Istimewa
Petani memanen cengkeh di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Puncak musim panen cengkeh di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, diperkirakan terjadi pada bulan Agustus-September 2020.

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota DPRD Luwu yang juga pedagang cengkeh Mulyadi.

Dengan pengalaman dagang cengkeh puluhan tahun, Mulyadi memperkirakan harga jual cengkeh kering anjlok pada masa panen raya nanti.

"Saya memperkirakan harga jual cengkeh kering pada masa panen hanya antara Rp 60 ribu sampai Rp 50 ribu perkilogram," ucap Mulyadi, Kamis (4/6/2020).

Selain terancam diperhadapkan pada harga jual yang kemungkinan anjlok, petani cengkeh juga akan kesulitan mencari tenaga buruh petik.

"Karena upah petik tidak sebanding dengan harga jual cengkeh. Apalagi ini masa pandemi, buruh petik dari luar pasti dilarang masuk," katanya.

Untuk meminimalisir kerugian, Mulyadi menyarankan petani melihat kondisi pasar sebelum menjual cengkeh.

"Solusinya ya ditampung, tapi kalau kebutuhan mendesak ya mau bagiamana lagi," ujranya.

Menurut dia, salah satu penyebab anjloknya harga cengkeh adalah over produksi dan permintaan pabrik menurun.

"Apalagi selama ini pemerintah belum pernah melakukan intervensi pasar, sementara produksi cengkeh di Luwu cukup besar," katanya.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved