Tribun Wiki
TRIBUN WIKI: Berbahan Dasar Sagu, Ini 3 Makanan Khas yang Disukai Banyak Orang di Luwu
Sagu merupakan salah satu sumber makanan pokok masyarakat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, selain beras.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Sudirman
TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau pohon sagu.
Tepung sagu memiliki karakteristik fisik mirip dengan tepung tapioka.
Sagu merupakan salah satu sumber makanan pokok masyarakat di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, selain beras.
Di Luwu, sagu dimakan dalam bentuk kapurung, dange, sinole, dan beberapa olahan lain.
Dirangkum TribunLuwu.com, Rabu (3/6/2020) dari sejumlah sumber, kapurung, dange, dan sinole merupakan makanan khas tradisional berbahan dasar sagu paling banyak digemari masyarakat Luwu.
Berikut penjelasan ketiga menu ini:
1. Kapurung
Kapurung adalah sebuah makanan berkuah dengan rasa sedikit asam namun sangat menyegarkan.
Kuliner ini menjadi makanan khas tradisional Tana Luwu termasuk Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Cara membuatnya cukup mudah, yang perlu disiapkan adalah tepung sagu yang nantinya akan dilarutkan menggunakan air panas.
Setelah sagu mengental, adonan dibentuk bulat-bulat kecil seukuran bakso.
Kapurung disajikan dengan kuah berbumbu kacang yang dicampur berbagai macam sayur serta daging ikan.
Sayuran yang biasa digunakan untuk menjadi bahan pendamping Kapurung adalah kacang panjang, jagung manis, terong, bayam, dan jantung pisang.
Sementara bumbunya adalah cabai, kemiri, lada, dan bawang putih.
Sensasi asam dari kuah Kapurung berasal dari buah patikala.
Makanan ini akan lebih nikmat jika disajikan dengan perasan lemon atau jeruk nipis.
Bagi para penikmat kuliner yang tidak terlalu menyukai ikan, daging ayam dan udang bisa menjadi alternatif penggantinya.
Kapurung sangat nikmat jika disajikan dalam keadaan masih panas.
Kuah bumbu kacang serta kaya akan rempah yang pedas akan memberikan kehangatan di tenggorokan para penikmatnya.
Kapurung yang terbuat dari sagu ini sangat mudah dicerna, kenyal dan mengenyangkan.
2. Dange
Dange merupakan makanan atau kue tradisional masyarakat di daerah Luwu.
Kue ini sangat populer di masyarakat dan menjadi santapan sehari-hari.
Biasanya kue tradisional ini disajikan saat acara keluarga.
Dange kaya karbohidrat dan merupakan makanan tradisional yang sudah dikenal beberapa abad silam.
Kandungan gulanya lebih rendah dari pada nasi, sangat baik bagi pebderita diabetes.
Dange Luwu berbentuk persegi panjang dan pipih.
Tebalnya hanya sekitar satu centimeter dan berwarna putih.
Untuk menyantap makanan ini biasanya dengan kuah ikan dan sambel.
Dange dibuat dari tepung sagu yang telah diayak dan dimasukkan kedalam cetakan kemudian dibakar.
Dange lebih enak disantap ketika masih panas karena teksturnya lebih lembut.
Saat dingin tekstur dange akan berubah menjadi lebih keras.
Meski terasa hambar dan agak keras, dange akan lebih nikmat bila dimakan bersama Lawa dan Pacco.
Umumnya cara untuk menyantap dange ini dengan mencelupkan terlebih dulu ke dalam semangkok sup ikan.
Tapi jangan dicelupkan terlalu lama karena dange bisa hancur.
Selain dengan sup ikan, dange juga banyak disantap dengan sayur.
Dange ini juga merupakan makanan yang tahan lama dan tidak cepat basi, sehingga sering dijadikan bekal oleh para nelayan.
3. Sinole
Sinole juga merupakan makanan yang berbahan dasar sagu.
Sinole adalah olahan sagu dan parutan kelapa dengan citarasa yang sangat unik.
Membuat Sinole ternyata cukup mudah.
Sagu mentah yang sudah dijemur disiapkan kemudian diayak hingga halus menjadi tepung.
Setelah itu, siapkan kelapa parut dan masukkan ke dalam wajan panas.
Selanjutnya, masukkan tepung sagu berikut gula pasir dan garam.
Campur semua bahan menjadi satu dan merata dalam proses sangrai hingga sagu berwarna kecoklatan.
Selanjutnya, Sinole sudah jadi dan siap untuk dihidangkan.
Sinole memiliki rasa yang unik, citarasa manis berpadu dengan gurihnya parutan kelapa dapat terasa di lidah dengan cukup jelas.
Tekstur lembutnya tepung sagu pun masih dapat terasa sekalipun makanan ini sudah dimasak hingga matang.
Tekstur ini memang sengaja dipertahankan agar kenikmatan makanan ini pun tetap terjaga.
Sinole cukup fleksibel untuk dinikmati, dapat menjadi pilihan makanan pokok seperti beras.
Dapat juga dinikmati sekedar sebagai teman minum teh saat pagi dan sore hari.
Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dange-makanan-khas-tana-luwu-yang-diabut-dari-tepung-sagu.jpg)