Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dugaan Korupsi Dana BOK

Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi BOK, Plt Kadis dan Bendahara Dinkes Bulukumba Diperiksa Polisi

Unit Tipikor Polres Bulukumba, terus menyelidiki dugaan korupsi Dana Operasional Kesehatan (BOK) Dinkes Bulukumba tahun 2019.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
firki
Kasatreskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra 
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bulukumba, terus menyelidiki dugaan korupsi Dana Operasional Kesehatan (BOK) Dinkes Bulukumba tahun 2019.
Pasalnya, dari total anggaran Rp 17 miliar, ditemukan adanya indikasi kerugian negara kurang lebih Rp 4 miliar.
Dari Rp 17 miliar dana BOK tersebut, Dinkes kebagian Rp 2 miliar dan Rp 15 miliar lainnya disalurkan ke Puskesmas. 
Hanya saja, penyaluran yang dilakukan ke puskesmas dinilai tidak sesuai dan diduga hanya sampai kurang lebih Rp 10 miliar.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana Putra, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya telah memeriksa puluhan orang dalam kasus ini.
Pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat teras seperti Plt Kadinkes dan Bendahara Dinkes juga telah dilakukan. 
Plt Kadis Kesehatan di tahun 2019, saat itu dijabat oleh Andi Ade Ariadi.
Termasuk pemeriksaan terhadap sejumlah Kepala Puskemas dan Bendahara Puskemas juga diperiksa pihak penyidik Tipikor.
"Termasuk Plt Kadinkes dan Bendahara serta pihak lainnya yang terkait. Ini akan terus kita dalami untuk mengumpulkan keterangan dan bukti lainnya," katanya.
Mantan kasat Narkoba Polres Pinrang itu juga mengaku telah menyurat ke Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk melakukan proses audit.
Proses audit nantinya akan memberikan kepastian jumlah kerugian negara, dan kemana saja dana tersebut mengalir.
"Kita sudah menyurat ke BPK untuk melakukan audit. Sementara saat ini masih penyelidikan," tegas Berry.
Berry menjelaskan, bahwa pihaknya telah memeriksa pengurangan anggaran yang dilakukan dalam penyaluran di setiap Puskemas di Kabupaten Bulukumba. 
Dimana jumlah yang disalurkan tidak sebanding dengan jumlah yang ada dalam laporan pertanggungjawaban.
"Misalnya, dialokasikan anggaran sebesar Rp 950 juta tetapi yang disalurkan ke Puskesmas hanya Rp 650 juta. Nah ini yang kita liat, kenapa tidak transparan," pungkasnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur

(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved