Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Arifuddin Anak Panti Bulukumba Diculik 2 Pelajar SMAN 1

Arifuddin (13), anak Panti Asuhan Arriyadh Bulukumba, diculik dua pelajar SMAN 1 saat hendak salat.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sukmawati Ibrahim
abdul qayyum/tribun-timur.com/Samsul Bahri
KASUS PENCULIKAN ANAK - Arifuddin (13), anak Panti Asuhan Arriyadh Bulukumba, menceritakan peristiwa penculikan yang dialaminya saat hendak menunaikan Salat Isya di Masjid Agung Bulukumba, Sulsel. Ia mengaku ditodong pisau oleh dua pelajar SMAN 1 Bulukumba dan dibawa dengan sepeda motor pelaku. Korban sempat ditawarkan ke pemilik salon lalu ditelantarkan di kampung sepi sebelum akhirnya diselamatkan warga. Arifuddin kini kembali ke pondok asuhan setelah kasus dilaporkan ke Polres Bulukumba. 

Ringkasan Berita:
  • Arifuddin (13), anak Panti Asuhan Arriyadh Bulukumba, diculik dua pelajar SMAN 1 saat menuju Masjid Agung.
  • Korban sempat ditawarkan ke pemilik salon lalu ditelantarkan di kampung sepi. 
  • Warga menyelamatkan Arifuddin dan membawanya pulang. 
  • Pembina panti melapor ke Polres Bulukumba
  • Pelaku bersama orang tua menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan.

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Seorang anak Panti Asuhan Arriyadh di Jl Labu, Lorong Mangga 2, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diculik oknum warga pada Rabu (31/12/2025) malam.

Korban bernama Arifuddin (13).

Sebelum diculik, ia menuju Masjid Agung Bulukumba, sekitar 300 meter dari pondok, untuk menunaikan Salat Isya.

Arifuddin datang belakangan dari rombongan anak panti lainnya.

Saat hendak masuk gerbang masjid, dua pengendara mencegatnya.

“Saya diberhentikan, ditodong pisau, lalu dipaksa naik motor mereka. Saya tidak dibolehkan salat,” kata Arifuddin pada tribun-timur.com di salah satu warkop, Bulukumba, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (2/1/2026).

Karena takut, Arifuddin naik motor pelaku dan diapit oleh keduanya.

Ia dibawa ke Salon Haikal, sekitar 1 km dari pondok.

Pelaku sempat menawarkan Arifuddin kepada pemilik salon, namun ditolak.

Pelaku kemudian membawa Arifuddin ke Kampoeng Baru, Desa Polewali, Kecamatan Gantarang, sekitar 7 km dari pondok.

Di kampung sepi itu, Arifuddin ditelantarkan tengah malam.

Ia masuk ke perkebunan warga, berjalan kaki, lalu menemukan permukiman.

Saat memanjat pagar rumah warga, Arifuddin dikira pencuri dan nyaris dihakimi.

Warga kemudian menginterogasi, membawanya ke rumah kepala desa, lalu diamankan Bhabinkamtibmas.

Setelah itu, ia diantar pulang ke Pondok Arriyadh.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved