FKM Unhas

Ratusan Peserta Ikuti Webinar Internasional Covid-19 Series 2 FKM Unhas

Kegiatan dipandu oleh Sudirman Nasir, Ph.D yang merupakan Dosen dan Peneliti FKM Unhas ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta

alfian/tribun
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk "International Webinar on Covid-19 Series Dua”. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk "International Webinar on Covid-19 Series Dua”. 

Webinar berlangsung pada Jumat (29/5/2020) melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming di kanal youtube FKM Unhas.

Hadir sebagai pemateri diantaranya Arianto Patunru, Ph.D., (Departemen of Economics Crawford School of Public Policy College of Asia and The Pacific, The Australian National University) dan Dicky Budiman, Ph.D., (Griffith University, Australia).

Kegiatan dipandu oleh Sudirman Nasir, Ph.D yang merupakan Dosen dan Peneliti FKM Unhas ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutan pengantarnya, Dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes.,M.Med.,Ed., menyampaikan terima kasih atas keikutsertaan para narasumber untuk bergabung bersama dalam kegiatan webinar.

Menurut kegiatan ini menjadi media informasi bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan kasus Covid-19 dari perspektif ilmu kesehatan masyarakat.

"Ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya. Tentu, kita harapkan kegiatan seperti ini  menjadi wadah  bersama untuk saling bertukar informasi sesuai kapasitas kemampuan yang dimiliki. Sekaligus, pengembangan ilmu pengetahuan agar kita bisa menyikapi permasalahan pandemi dengan baik," jelas Aminuddin.

Dicky Budiman, Ph.D., sebagai salah satu nara sumber membahas materi terkait "Exit Strategy Pandemi: Sejarah dan Opsi Covid-19".

Dalam pemaparannya ia mengungkapkan bahwa pandemi merupakan teman hidup manusia yang pada dasarnya telah ada sejak awal kehidupan manusia.

Dimana, untuk memastikan tepatnya kejadian perlu dilakukan riset mendalam. Namun, tercatat sejak peradaban manusia dimulai, pandemi disebabkan oleh bakteri.

"Dalam 20 tahun terakhir dari tahun 2000-2020, dunia sudah semakin sering mengalami epidemi dan pandemi. Ini mengartikan bahwa ada faktor yang menjadi penyebab terjadinya pandemi. Sehingga, isu permasalahan ini menjadi penting karena mempengaruhi perubahan lingkungan dan interkoneksi manusia," jelas Dicky.

Acara webinar Internasional yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini selanjutnya mendengarkan tanya jawab bersama peserta, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pemerintah, organisasi profesi, organisasi sosial, dan masyarakat umum.

Penulis: Alfian
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved