Tribun Wajo

4.312 Warga Terdampak Banjir di Tempe Wajo, Warga Butuh Air Bersih dan Bambu

Dua kelurahan terdampak paling parah adalah Kelurahan Laelo dan Kelurahan Salomenraleng. Tak ada rumah warga yang luput dari banjir.

hardiansyah abdi gunawan
Dua hari setelah lebaran Idulfitri 1441 H, banjir masih rendam pemukiman warga di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (26/5/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Dua hari setelah Idul Fitri 1441 H, banjir masih menggenangi ratusan rumah warga di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Selasa (26/5/2020).

Dua kelurahan terdampak paling parah adalah Kelurahan Laelo dan Kelurahan Salomenraleng. Tak ada rumah warga yang luput dari banjir.

"Langganan memang banjir di sini, tiap tahun. Kalau masih begini tingginya air masih biasa," kata salah satu warga, Lukman.

Ketinggian air di dua kelurahan yang berada di pesisir Danau Tempe itu berkisar 1 hingga 1,5 meter.

Jika merujuk pada jumlah penduduk kedua kelurahan itu, setidaknya ada 4.312 jiwa yang terdampak banjir.

Lukman menambahkan, banjir di Kabupaten Wajo bisa dikatakan mencapai puncaknya jika ketinggian air sudah mencapai 3 meter dan mulai masuk ke dalam rumah panggung warga.

"Itupun biasanya kita tetap tinggal di dalam rumah, kita buat lantai tambahan, sekaligus selalu ada perahu untuk beraktivitas sekaligus jaga-jaga," katanya.

Perahu menjadi kendaraan wajib masyarakat di dua kelurahan itu.

Selain rumah warga, banjir juga merendam sejumlah fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, tempat ibadah, dan sarana kesehatan, serta area persawahan masyarakat.

Lukman menyebutkan, saban banjir yang menjadi kendala adalah susahnya air bersih.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved