Pemkot Bolehkan, Polda Ancam Bubarkan Resepsi Pernikahan

Ibrahim Tompo mengimbau kepada masyarakat bisa memahami situasi wabah Covid-19 yang tengah merebak.

ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
Ilustrasi polisi bersenjata lengkap 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepolisian Daerah ( Polda ) Sulawesi Selatan mengancam akan membubarkan paksa pesta Pernikahan di tengah wabah Covid-19.

"Kita harus memahami esensi dan tujuan dari maklumat kapolri adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Kepala Bidang

Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, Senin (25/5).

Perwira tiga bunga itu menyampaikan untuk segala situasi yang berpotensi akan menimbulkan penyebaran maka disikapi dengan tindakan tegas.

"Seperti kerumunan orang, termasuk resepsi pernikahan itukan berpeluang adanya kerumunan dan berpotensi tersebarnya Covid-19," ujarnya.

Pegawai dan Tamu Balaikota Makassar Parkir di Karebosi, Sanksi Diterapkan 2 Juni

Orangtua Pasien di Luwu Belikan Bensin Botolan Ambulans Agar Antar Anaknya ke RS

Gadis Luwu Timur Disetubuhi Bapak Kandung, Dilakukan Malam Hari Disamping Sang Adik yang Terlelap

Ibrahim Tompo mengimbau kepada masyarakat bisa memahami situasi wabah Covid-19 yang tengah merebak.

Masyarakat diminta bisa menyelaraskan dan menyikapi situasi dengan tepat sesuai langkah yang dilakukan pemerintah serta aparat.

"Tujuannya agar dapat meminimalkan penyebaran Covid-19. Kami minta tetap jaga jarak, gunakan masker, tidak mudik dan hindari kerumunan," ucap Ibrahim Tompo.

Keputusan Polda itu berbeda dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang memperbolehkan warganya untuk menggelar pesta pernikahan setelah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.

Tidak hanya pesta pernikahan, hajatan lain seperti acara khitanan juga boleh kembali diselenggarakan namun tetap menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Kabar Baik, Sudah 10 Warga Luwu Timur Sembuh dari Covid-19

Youtuber Indira Kalistha Kini Jadi Relawan Covid-19, Sempat Heboh Dianggap Remehkan Virus Corona

Mahasiswi Makassar Dituntut Hukuman Mati, Nekat Melawan Hukum Demi Gaya Hidup dan Uang Kuliah

Kebijakan itu tertuang dalam Perwali Kesehatan nomor 31 tahun 2020 tentang penanggulangan virus Corona di Makassar.

Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf menyebutkan, semua kegiatan hajatan dibolehkan selama protokol kesehatan diterapkan.

"Intinya dimana pun berada, apapun aktivitasnya wajib melakukan protokol kesehatan," katanya.

Khusus untuk hajatan, tuan ruamh harus melakukan pembatasan tamu undangan, dengan mengatur separuh dari kapasitas ruangan.

"Misal jumlah ruangan kapasitas 100 tamu undangan, ya undangan 50 orang saja," ujar Yusran.(*)

Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved