Diduga Main Mata dengan Disdik Sulsel, Ini Penjelasan Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Arum Spink memberi apresiasi kepada Pankas yang telah memberi atensi.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Imam Wahyudi
"Sepertinya ada upaya Kolusi berjamaah anatara Eksekutif dan Legislatif. Kita tau bersama DPRD mempunyai DPRD memiliki tiga fungsi, yaitu Legislasi, berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah," kata Hasrul.
Serta kewenangan dalam hal anggaran daerah(APBD) Pengawasan, dan kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya dan kebijakan pemerintah daerah.
Disebutkan undang-undang tidak menyebutkan ada fungsi mengerjakan Proyek pemerintah, sehingga akan aneh jadinya kalau Anggota DPRD yang mengawasi juga melaksanakan Proyek proyek itu.
Menurutnya tidak ada terminologi bahwa itu Aspirasi Dewan dalam hal Pengerjaan proyek-proyek pemerintah baik Non Tender maupun tender.
Hal ini yang perlu diluruskan agar semua paham bahwa Anggota DPRD menyerap Aspirasi dari Konstituen di daeran pemilihannya lalu menyampaikan ke Eksekutif dalam rapat-rapat bersama, bukan Jatah-jatahan
"Proyek-proyek ini bukan Kue Tart yang harus dibag-bagi, kalau mau jadi pengusaha ya berhenti menjadi Anggota DPRD. Ini Praktek-praktek kolusi yang selalu saja terjadi walau dibeberapa daerah sudah tersangkut kasus Korupsi, tidak ada kapok kapoknya dan tidak pandai belajar rupanya," tegasnya.
Ketua PanKas meminta aparat penegak Hukum baik itu Direktorat Tipikor Polda, Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Korpsupga KPK Wil Sulawesi untuk memeriksa dugaan Korupsi ini.
Ia mengaku sudah ada bukti permulaan yang cukup yaitu pernyataan Sabri bahwa ini Aspirasi Dewan artinya proyek-proyek Non tender ini akan dibagikan ke para Anggota DPRD
Sejatinya walau itu Proyek Non tender tapi percayakan ke para pengusaha-pengusa kita menengah kebawah agar mereka juga bisa ‘hidup’ ditengah suasana Pandemi ini, jangan ada kolusi dong.
"Kami sebagai Akademisi hanya mengigatkan agar jangan dilakukan, kembali ke TUPOKSI masing-masing, hentikan praktek-praktek kotor seakan-akan kita rakyat ini tak pandai melihatnya, pak Gub harus menertibkan bawahannya dan ketua DPRD Sulsel harus mengigatkan Koleganya sesama anggota dewan yang terhormat," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-ketua-dprd-sulsel-komisi-e-arum-spink-y.jpg)