Rumah Ramadhan
Anak Investasi Akhirat
Ditulis Dr Firdaus Muhammad, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel.
Oleh: Firdaus Muhammad
(Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel)
Didiklah anakmu dengan tiga perkara, cinta Nabi, cinta keluarga, dan cinta membaca Alquran. Demikian sabda Nabi.
Setiap anak dididik kedua orang tuanya dengan mengenalkan agama, baik menuntunnya belajar agama melalui mengaji Alquran maupun memberi contoh teladan.
Semisal mengajaknya shalat berjamaah dan puasa sebentuk latihan.
Di luar rumah, pergaulan anaknya juga dipantau, dengan siapa dia bermain dan bergaul.
Lalu memilihkan sekolah yang turut membentuk karakternya.
• Khazanah Sejarah: Respons Netizen Tentang Problema Persatuan Umat
Ibarat dunia bisnis, setiap pengusaha memiliki modal, saham, dan bekal memadai sebagai investasinya.
Investasi bukan hanya modal finansial tapi juga kepercayaan.
Setiap anak adalah investasi kedua orang tuanya, investasi dunia akhirat.
Sebagai modal investasi, anak dibentuk pemahaman dan karakternya dengan nilai-nilai bersumber pada Alquran dan hadis serta hikmah-hikmah ulama.
Anak yang memiliki dasar itu, menjadi investasi dunia dan akhirat sekaligus.
Orang tua memberi kasih sayang dan cinta yang sempurna pada anaknya.
Memberi kepercayaan pada anaknya, sebaliknya sang anak menjaga kepercayaan itu.
Bekal inilah yang membekas dalam jiwa sang anak menuju masa depannya, meraih kehidupan atas ridha orang tua.
Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua. Sang anak menjadi kebanggaan. Menjadi anak yang berbakti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/firdaus-muhammad_4.jpg)