Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejarah Hari Ini: Kerusuhan Terjadi di Malaysia, Perdana Menteri Pertama Putuskan Mengundurkan Diri

Tepat 51 tahun yang lalu, 31 Mei 1969 menjadi momen bersejarah. Sebuah kerusuhan besar terjadi di Malaysia

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
The Star
Kampung baru di Kuala Lumpur lokasi terjadinya kerusuhan 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Menjadi sebuah bangsa dengan beragam suku serta budaya terkadang bisa menimbulkan konflik yang begitu kuat.

Seperti halnya di Indonesia. Banyaknya pertikaian antarsuku sepertinya masih menjadi PR besar dalam perjalanan bangsa ini untuk dituntaskan.

Tak hanya di Tanah Air, salah satu megara yang juga mengalami hal yang sama adalah Malaysia.

Negara tetangga ini juga mengalami hal yang sama, bahkan hingga terjadi kerusuhan bernuansa rasialisme.

Tepat 51 tahun yang lalu, 31 Mei 1969 menjadi momen bersejarah bagi negara tersebut.

VIDEO: Viral! Seorang Ayah Tertangkap Kamera Mengajari Anaknya Mencuri

Penyebaran Virus Corona di Sulsel Belum Reda, Sempat 0 Kasus Kini Pasien Positif Corona Bertambah

Dilansir dari Kompas.com, pada hari itu terjadi kerusuhan besar antar kelompok yang berasal dari ras Melayu bersitegang dengan kelompok Tionghoa di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dilansir dari The Star, keduanya saling serang dengan menggunakan senjata tajam, parang, dan bahkan pistol.

Korban berjatuhan dan mengakibatkan banyaknya kerusakan di kota tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan internasional, yang menjadikan kelompok Tionghoa di Singapura melakukan balasan terhadap kelompok Melayu di sana.

Setelah peristiwa ini, pemilu diadakan kembali dan mengurangi jumlah kursi dari Tionghoa.

Peristiwa in juga penting dalam politik Malaysia karena menyebabkan Perdana Menteri pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman mengundurkan diri dari jabatannya untuk digantikan oleh Tun Abdul Razak.

Awal Permasalahan

Keturunan Tionghoa yang notabene pengusaha menguasai sebagian besar roda perekonomian di Malaysia.

Kondisi ini menimbulkan ketimpangan sosial, karena kelompok bangsa Melayu tak bisa menguasai dan mengendalikan sektor itu secara penuh.

Pada 1965, Singapura memisahkan diri dari Malaysia setelah terjadi kerusuhan rasial di mana hampir 50 orang tewas dalam bentrokan kali ini.

VIDEO: Benarkah Harun Masiku Meninggal? Ini Tanggapan KPK

Didier Drogba Jadi Striker Terbaik Liga Prancis dalam 20 Tahun Terakhir, Simak Profilnya

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved