Breaking News:

Ditolak di Angkona, Tenaga Medis Positif Corona Disambut di Wotu Luwu Timur

Alasan penolakannya, warga khawatir dan takut tertular corona seperti yang diderita oleh pasien.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
ivan/tribunlutim.com
Perumahan Kenari, Jl Pahlawan, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Perlakuan diskriminasi kadang diterima orang yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19.

Diskriminasi berupa penolakan dari warga sekitar saat pasien positif tersebut hendak melakukan isolasi mandiri di rumah kerabatnya atau rumah sendiri.

Alasan penolakannya, warga khawatir dan takut tertular corona seperti yang diderita oleh pasien.

Sikap berbeda ditunjukan warga di Perumahan Kenari, Jl Pahlawan, Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Warga di perumahan ini menyambut baik pasien positif untuk melakukan isolasi mandiri.

Itu yang dialami tenaga medis di RSUD I La Galigo Luwu Timur berinisial VR, suaminya AR  dan saudara VR, NI.

Suami VR adalah karyawan PT Vale Indonesia. Karena bekerja di RSUD I La Galigo, VR domisili di Wotu dan punya rumah di Perumahan Kenari.

Usai dinyatakan positif hasil tes swab, ketiganya hendak melakukan isolasi mandiri di rumah orangtuanya di Angkona. Namun informasinya mendapat penolakan warga.

Di Perumahan Kenari, VR, AR dan NI diterima dengan baik oleh warga perumahan. Mereka mulai isolasi mandiri di Perumahan Kenari, Kamis (7/5/2020).

VR, AR dan NI dibawa oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Luwu Timur, dr Irfan yang juga Humas RSUD I La Galigo menuju Perumahan Kenari waktu itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved