88 Nelayan Bugis Berlayar 10 Hari dari Papua dan Disambut Bak Pahlawan di Barru
Kelompok pelaut Bugis ini tidak tiba di satu dermaga. Dua kapal berlabuh di dermaga Puteanging dan disambut bupati.
Penulis: Darullah | Editor: Thamzil Thahir
Di gugusan pulau Ternate mereka transit mengisi bekal dan bahan bakar di Perairan Halmahera, Maluku Utara.
Lalu melanjutkan pelayaran melintasi gugusan Kepulauan Tukang Besi, Wakatobi, Sultra, di perbatasan Laut Banda dan Flores, lalu memutar ke Selat Makassar, antara Pulau Selayar dan Tanjung Bira, di Bulukumba.
“Kabarnya, mereka sempat Jumatan di pulau, dekat Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, lalu berlayar lagi dua hari ke Tanete,” kata bintara bina desa (Babinsa) Desa Tellumpanua, Sertu Bahtiar, kepada wartawan.
Hari Senin (4/5/2020) pagi, kapal bertonase 30 ton itu, berlabuh di Pelabuhan Rakyat, Dermaga Polejiwa, Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, sekitar 89 km sebelah utara Kota Makassar.
Bak pahlawan, mereka disambut petinggi kabupaten, kecamatan, dan perangkat kelurahan hingga dusun.
Penyambutan berpenduduk 320 ribu jiwa itu. Nyaris lengkap.
Mulai dari Bupati Barru M Suardi Saleh, Wakil Bupati Barru Nasruddin AM, Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah, periwira Kodim 1405 Mallusetasi dan Sekretaris Daerah Barru sekaligus Ketua Gugus tugas pengendali Covid-19 level Abustan.
Hadir juga Kadis Kesehatan Barru dr Amiz Rifai, Kadis Perikanan dan Kelautan Barru Andi Sidda, Camat Tanete Rilau dan beberapa pejabat otoritatif level kabupaten.
Hadir juga Sekcam Tanete Rilau Akmaluddin, Lurah lalolang Hj Munarti Kuddus dan Kades Tellumpanua M Nur Ngaru’.
Sekadar diketahui kelompok pelaut Bugis ini tidak tiba di satu dermaga. Dua kapal berlabuh di dermaga Puteanging dan disambut bupati.
Sedangkan tiga kapal sejenis lego jangkar di pelabuhan rakyat Polejiwa disambut Wakil Bupati Nasruddin AM .
Lima kapal nelayan jenis bagang dan paddewakkang ini memuat nelayan, nahkoda, muallim, dan kerabatnya.
Lima kapal Penangkap ikan cruise saine bermesin ganda. Kapal mereka berkonstruksi kayu dengan satu tiang layaran. Kapasitas 30 GT, yang membawa 88 orang.
Sebagian besar mereka adalah nelayan tradisional. Selain menangkap teripang, mereka juga mengkapn ikan pelagis, yang dijual di pedagang pengumpul dan cold storage di gugusan perairan Kepala Burung, Papua Barat.
Nelayan tradisional ini, sudah turun temurun melaut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nelayan_barru_mei2020.jpg)