Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

Implementasi Tujuan Pendidikan Nasional

Ditulis Prof Dr Heri Thahir MH, Guru Besar UNM - Anggota TGUPP Sulsel Kordinator Bidang Pendidikan

Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUN TIMUR/ANITA
Prof Dr Heri Tahir MH (Guru Besar UNM) 

Oleh: Prof Dr Heri Thahir MH
Guru Besar UNM - Anggota TGUPP Sulsel Kordinator Bidang Pendidikan

Forum Dosen bekerja sama dengan Tribun Timur, Sabtu (2/5/2020) sore, menggelar dialog virtual melalui aplikasi Zoom dalam rangka memeringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Tema yang dibahas Redefinisi dan Reaktualisasi Tujuan Pendidikan Nasional.

Beberapa rektor, mantan rektor, guru besar, dosen, serta pegiat pendidikan di Sulawesi Selatan menyampaikan pendapatnya di acara ini.

Atase Pendidikan Indonesia Dr Imran Hanafi yang sedang bertugas di Canberra, Australia, juga turut memaparkan pandangannya.

Karena waktu terbatas, beberapa partisipan belum sempat berbicara pada dialog virtual ini. Saya termasuk tak sempat.

Revolusi Industri 4.0, Pandemi Covid-19, dan Tugas Pendidik

Pada dialog itu, saya ingin mengatakan, bila menyimak tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang termaktub dalam UU No 20 Tahun 2003, sesungguhnya sudah sangat ideal dan komprehensif.

Di situ ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah  berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Jadi tampak tujuan pendidikan nasional kita tidak hanya membangun anak didik secara intelektual ( berilmu dan cakap), tetapi  juga harus dibangun kecerdasan spiritualnya ( beriman,  bertaqwa dan berakhlak mulia.

Tetapi pertanyaannya adalah apakah tujuan ideal ini sudah sudah terimplementasikan di lapangan...tentunya masih patut dipertanyakan.

Problema Belajar Daring Akibat PSBB, Tantangan di Hardiknas

Maraknya berbagai kasus yang melibatkan para peserta didik, misalnya ketidakjujuran yang membudaya, nyontek, tidak menaruh hormat lagi kepada gurunya, bahkan ada yang sampai menganiaya gurunya sendiri, sudah cukup menjadi bukti bahwa ada yang tidak beres dalam proses pendidikan kita.

Padahal, bila kita konsisten dengan tujuan pendidikan nasional kita sebagaimana yang telah disinggung di atas, maka kondisi ini paling tidak dapat diminimalisir.

Apakah misalnya guru tidak lagi menjadi learning agen yaitu harus menjadi motivator, inovator dan patron bagi peserta didik.

Karena hanyalah guru yang berpegang teguh pada prinsip ini yang dapat mengejawantahkan dan mereaktualisasi apa yang menjadi tujuan mulia dari pendidikan nasional kita.

Wassalam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved