Zona Kita dalam Kasus Covid-19
Zona bertumbuh ini adalah zona yang dimana orang-orang mampu mengatasi rasa kecemasan mereka, mengerti akan situasi yang terjadi
Oleh: Rahmat Hidayat HM
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan
Barang kebutuhan pokok langka. Harga masker dan alat pelindung diri (APD) meroket. Imbauan physical distancing. Gerakan #DiRumahAja. Itulah gambaran situasi yang saat ini terjadi di negara kita karena virus corona di Indonesia.
Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien Covid 01 pada 2 Maret lalu, masyarakat Indonesia memberikan reaksi yang beragam. Ada kelompok masyarakat yang tiba-tiba panik. Ada pula kelompok masyarakat yang masih tidak terpengaruh sama sekali.
Seiring bertambahnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, gambaran masyarakat Indonesia terbagi menjadi empat kategori. Hal ini terinspirasi dari Zone Model oleh Tom Senninger, seorang pendidik berkebangsaan Jerman.
Mereka adalah orang-orang yang berada di zona nyaman (comfort zone), zona ketakutan (fear zone), zona belajar (learning zone), dan zona bertumbuh (growth zone).
Comfort Zone
Orang-orang yang berada di zona nyaman ini adalah orang-orang yang menganggap bahwa dengan adanya kasus covid-19 ini tidak akan berdampak signifikan terhadap diri dan aktifitasnya. Mereka meyakini bahwa virus ini tidak akan menjangkiti mereka. Terlebih lagi jika mereka masih di usia muda. Orang-orang dalam kategori ini yang sering kita jumpai berkumpul di warung kopi, di jalanan, dan di fasilitas umum lainnya.
Tidak mengherankan jika maklumat Kapolri yang dikeluarkan terkait physical distancing tidak begitu dihiraukan oleh sebagian besar masyarakat. Dari hasil JAKPAT Survey Report 2020 terkait physical distancing menyatakan 86% masyarakat Indonesia tidak setuju dengan himbauan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Fear Zone
Zona ketakutan ini adalah zona di mana orang-orang merasa diri dan kehidupan sosial ekonominya terancam dengan meningkatnya kasus Covid-19 yang sudah lebih dari 2.000 kasus. Sebagai dampaknya, banyak masyarakat yang memborong barang-barang dengan jumlah yang banyak (panic buying) dan banyak pedagang yang menimbun barang dagangan mereka dan mempermainkan harga seenaknya.
Ada juga orang-orang yang merasa khawatir dengan banyaknya pemberitaan tentang kasus Covid-19 terutama kasus kemantian yang juga mengalami peningkatan. Dengan kepanikan seperti ini, banyak informasi atau berita bohong (hoax) yang tidak tersaring dan ramai dibagikan di lini masa media sosial.
Learning Zone
Orang-orang yang mampu melalui masa krisisnya, berada pada zona belajar. Di dalam zona ini, orang-orang berusaha untuk memahami dengan baik bagaimana virus Covid-19 ini menular dari manusia ke manusia, bagaimana bentuk pencegahannya, dan mengikuti arahan pemerintah untuk meninggalkan aktivitasnya di luar rumah.
Orang-orang dalam kategori ini juga adalah orang-orang yang bijak dalam membagikan informasi sehingga meminimalisir berita bohong yang tersebar dan menimbulkan kepanikan.
Orang-orang ini memiliki sebuah penerimaan akan fakta bahwa hanya dengan memahami situasi ini dengan baik, kita akan mendapatkan solusi bersama.
Mengedepankan kepentingan diri sendiri tidak akan menyelamatkan diri kita karena ini adalah wabah yang bisa menyerang semua orang.
Growth Zone
Zona bertumbuh ini adalah zona yang dimana orang-orang mampu mengatasi rasa kecemasan mereka, mengerti akan situasi yang terjadi, dan mampu memanfaatkan keadaan ini untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Zona inilah yang seharusnya menjadi tujuan seluruh masyarakat Indonesia di masa kritis ini.
Dengan berada di zona ini masyarakat sudah tidak memikirkan dirinya sendiri saja namun juga orang lain. Oleh karena itu, sudah banyak orang-orang yang turun langsung untuk menjadi relawan kemanusiaan, menggalang dana, berbagi masker ke orang-orang yang masih harus bekerja di jalanan, atau berdonasi ke lembaga kemanusiaan.
Orang-orang muda juga banyak yang menunjukkan kreatifitasnya dalam zona ini. Banyak inisiatif dan program orang muda yang diselenggarakan lewat media daring, baik dalam bentuk tayangan hiburan, pelatihan, seminar, dan beragam bentuk kegiatan lainnya. Masa-masa ini betul-betul dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri.
Begitu pun dengan para pengusaha. Ini adalah waktu untuk berinovasi dan membuat persiapan untuk memasuki mast post-corona di masa yang akan datang. Meskipun berat, namun mental orang-orang bertumbuh pasti akan selalu optimis akan situasi yang baik setelah pandemi ini berkahir.
Menuju Zona Bertumbuh
Presiden Jokowi dalam salah satu pidatonya terkait Covid-19 pernah mengatakan bahwa inilah saatnya masyarakat dan pemerintah bekerja bersama-sama, tolong-menolong, dan bersatu melawan virus ini.
Oleh sebab itu, orang-orang yang berada pada zona nyaman dan zona ketakutan perlu disadarkan dan diedukasi agar turut serta dalam dalam usaha bersama melawan wabah ini tanpa kepanikan dan kekhawatiran berlebih yang dapat merugikan masyarakat.
Dan, untuk mendorong masayarakat agar berada pada zona belajar dan bertumbuh ini, dibutuhkan dukungan dari ormas dan lembaga kemanusiaan untuk mengajak masyarakat tetap produktif, sehat jasmani dan rohani, peduli sesama, dan memiliki rasa solidaritas sebagai bangsa yang sama-sama berjuang untuk melawan virus ini. Dengan begitu, masing-masing dari kita akan merasa bagian dari sebuah usaha bersama ini. Sehingga tidak akan ada lagi masyarakat yang bandel menggelar acara yang mengumpulkan massa. Tidak ada lagi masyarakat yang menimbun barang. Pun, tidak ada lagi masyarakat yang menyebarkan hoaks. Jadi, sudah siapkah kita untuk bersama-sama berada di zona bertumbuh ini?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rahmat-hidayat-hm.jpg)