Pengadilan Agama Bulukumba

Hingga April 2020, Kabupaten Bulukumba Cetak 448 Duda dan Janda

Tahun 2018, jumlah janda dan duda berdasarkan keputusan inkrah pengadilan, sebanyak 1.400, dan meningkat di tahun 2019 sebanyak 1.644.

Firki/Tribun Bulukumba
Suasana ruang pelayanan Pengadilan Agama Bulukumba, Rabu (8/4/2020) 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Angka perceraian di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), terbilang masih cukup tinggi.

Peningkatan perceraian terlihat jelas pada tahun 2018 ke 2019.

Tahun 2018, jumlah janda dan duda berdasarkan keputusan inkrah pengadilan, sebanyak 1.400, dan meningkat di tahun 2019 sebanyak 1.644.

Hingga 8 April 2020 ini, kini jumlahnya sudah sebanyak 448 pasangan, yang resmi menjadi janda dan duda.

Panitera Pengadilan Agama Negeri Bulukumba, Husain, Rabu (8/4/2020), mengatakan, kasus perceraian ini didasari oleh beberapa faktor.

"Dominan pihak ketiga asal mulanya berasal handphone. Ada juga karena narkoba, faktor ekonomi, KDRT juga tapi tidak terlalu banyak," jelas Husain.

Namun, ditengah pandemi covid-19, jumlah perkara yang masuk mengalami penurunan.

Dari data yang diperoleh Tribun Timur, perkara yang masuk di bulan Januari 2020 sebanyak 109 perkara, cerai talak 14 kasus, dan cerai gugat 89 kasus.

Dispensasi untuk pasangan nikah di bawah umur sebanyak 31 kasus, dan yang mendapat isbat nikah sebanyak 36 kasus.

"Dispensasi untuk pernikahan di bawah umur, biasanya jika mendesak, misalnya hamil di luar nikah. Cuman tetap tergantung keputusan hakim," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved