Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Indonesia

Pelatihan Petugas Haji Kemenag Jadi Klaster Terbanyak Corona Jatim, Inilah Akibatnya Sekarang

Semoga jadi pelajaran agar tidak lagi berkumpul. Acara pelatihan Petugas Haji Kemenag Jawa Timur jadi klaster terbesar positif Covid-19

Editor: Mansur AM
Nur Afiah
Ilustrasi Petugas Haji - Lima Petugas Haji Kloter 10 asal Sulawesi Barat (Sulbar) saat berada di Jeddah Musim Haji 2019 lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Semoga jadi pelajaran agar tidak lagi berkumpul.

Acara pelatihan Petugas Haji Kemenag Jawa Timur jadi klaster terbesar positif Covid-19

Pelatihan Petugas Haji digelar Kemenag Jawa Timur sebelum terbit edaran Gubernur Jatim dan Maklumat Kapolri. 

Ya, Pelatihan Petugas Haji Kemenag di Jawa Timur 9-18 Maret lalu kini menjadi salah satu klaster penyebaran terbesar pasien positif Covid-19 di Jawa Timur.

Sementara edaran Gubernur Jatim terbit 15 Maret 2020. 

SEdang Maklumat Kapolri tentang larangan berkumpul baru terbit 19 Maret 2020. 

Akibat pelatihan Petugas haji yang digelar Kemenag Jatim itu, puluhan peserta pelatihan petugas haji positif Covid-19.

Bermula dari 2 tenaga pengajar yang bergiliran mengajar di kelas yang didiagnosa positif

Klaster atau titik penyebaran virus corona terbesar di Jawa Timur adalah dari kegiatan pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Acara yang digelar pada 9-18 Maret 2020 itu diikuti oleh 413 orang dari kabupaten dan kota di Jawa Timur, di antaranya Kediri, Tuban, Nganjuk, Gresik, dan Lamongan.

Peserta juga ada yang berasal dari Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur.

Hingga Sabtu (4/4/2020) ada 19 peserta pelatihan yang dinyatakan positif Covid-19.

Ketua Tim Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengatakan dari 21 klaster penyebaran virus corona di Jatim, pelatihan petugas haji adalah yang terbesar.

"Klaster pertama yang diketahui di Kota Malang, pasien mulai sakit pada 16 Februari lalu," kata Kohar di gedung negara Grahadi Surabaya, Minggu (5/3/2020).

Satu pasien meninggal di Kediri, sedangkan satu pasien lain di Kota Blitar dinyatakan sembuh.

Sementara di Lamongan, dari 10 pasien positif, 8 orang adalah berasal dari klaster pelatihan haji di Surabaya.

"Dari 8 orang tersebut, hasil tracing kami 6 orang adalah dari kelompok petugas kesehatan haji Indonesia dan 2 orang dari kelompok tim pembina haji Indonesia," kata Kohar.

Sementara, dua pasien lainnya satu orang adalah pasien yang sebelumnya sudah memiliki penyakit penyerta dan satu lagi adalah teman dari peserta pelatihan petugas kesehatan haji di Asrama Haji Surabaya.

Pelatihan petugas haji tersebut digelar selama 9 hari di beberapa kelas oleh sejumlah pengajar.

Dari salah satu kelas, ada dua pengajar yang sakit dan ternyata mereka positif Covid-19.

Untuk itu pihaknya melakukan tracing terhadap peserta lainnya.

Kohar mengatakan ada peserta yang melakukan isolasi mandiri setelah mengetahui pengajar di pelatihan tersebut positif Covid-19.

Pasien positif dari Ponorogo hingga Madura Lihat Foto Ilustrasi pasien terinfeksi virus corona(Shutterstock) Salah satu peserta pelatihan yang positif corona adalah warga Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.

Saat ini pasien sudah diisolasi di ruang khsusu RSD dr Koesnadi. Peserta yang positif corona juga berasal dari Pamekasan, Madura.

Ada dua peserta pelatihan dan semuanya berstatus PDP karena sakit. Salah satu dari mereka dirawat sejak 1 April 2020 dan dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (5/4/2020).

Sementara di Ponorogo, dari sembilan peserta pelatihan haji, tiga orang dinyatakan positif corona.

Mereka dirawat di RSUD dr Hardjono Ponorogo sejak sepekan terakhir.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dalam pers rilis yang diterima Kompas.com, Senin (6/4/2020) mengatakan ada sekitar 24 orang yang melakukan kontak dengan tiga pasien tersebut.

Dari 24 orang itu, 3 orang berstatus PDP.

Sedangkan di Jember, dari delapan peserta pelatihan di Surabaya, dua orang berstatus pasien dalam pengawasan di RSD dr Soebandi.

Dua orang itu mengalami tipes dan satunya panas dingin. Satu orang sudah menjalani isolasi sekitar 12 hari.

Sedangkan satunya lagi sudah menjalani isolasi selama satu minggu.

Hingga Minggu (5/4/2020) sore, kasus positif Covid-19 di Jatim berjumlah 187 kasus atau bertambah 35 dari hari sebelumnya berjumlah 152 kasus.

Ketua Tim Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jawa Timur, Kohar Hari Santoso meminta masyarakat untuk lebih terbuka terhadap aktivitas tracing Covid-19, guna mencegah agar tidak menyebar lebih luas.

UPDATE: Reaksi Kemenag Jatim

Gugus tugas pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus memantau kondisi kesehatan peserta pelatihan petugas haji Jawa Timur.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Ahmad Zayadi, ini dilakukan usai teridentifikasinya kegiatan tersebut sebagai salah satu cluster penyebaran covid-19 di wilayah Jawa Timur.

Zayadi pun meminta seluruh peserta pelatihan petugas haji Jawa Timur dapat proaktif melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, salah satunya dengan melakukan isolasi mandiri.

“Kami sudah sampaikan ke kantor Kemenag se-Jatim agar kawan-kawan yang kemarin bersama-sama dengan Dinas Kesehatan menyelenggarakan pelatihan petugas haji segera memeriksakan kesehatannya dan melakukan isolasi mandiri," kata Zayadi, Rabu (08/04).

Zayadi menyampaikan, Pelatihan Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo diikuti oleh 415 peserta. "Kegiatannya dimulai tanggal 9 Maret hingga tanggal 18 Maret kemarin, sebelum adanya SE Gubernur dan Maklumat Polri tentang kewaspadaan Covid-19,” jelas Zayadi.

Ia menerangkan, Surat Edaran Gubernur Jawa Timur nomor 420/1780/101.1/2020 perihal peningkatan kewaspadaan terhadap corona virus disease (Covid-19) di Jawa Timur baru terbit tanggal 15 Maret 2020. Sementara, Maklumat Kapolri nomor Mak/02/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) muncul pada tanggal 19 Maret 2020.

Saat ini, Gugus Tugas pencegahan penularan COVID-19 Kanwil Kemenag Jawa Timur terus berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan mitra terkait lainnya, untuk memberikan layanan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kami juga terus memberikan perhatian dan membangun silaturrahim dengan keluarga peserta yang teridentifikasi covid-19. Kita terus membangun semangat, dan terus membangun optimisme,” ujar Zayadi.

Disamping itu, pihak Kanwil Kemenag Jawa Timur juga telah melakukan penyemprotan desinfektan dan pembersihan seluruh wilayah Asrama Haji Sukolilo dan menyediakan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti masker, dan sebagainya.

"Kami mohon doa dari semuanya, agar semuanya kembali sehat-afiyat, dan kita juga tetap sehat-afiyat, senantiasa ada dalam ma’unah dan keberkahan dari Allah SWT," imbuh Zayadi.

Berdasarkan data panitia, Pelatihan Petugas Haji di Asrama Haji Sukolilo diikuti oleh 166 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan 249 petugas kesehatan haji Indonesia (PKHI) Dinas Kesehatan yang berasal dari kabupaten/kota di Jawa Timur, Bali hingga NTT.

DISCLAIMER: Berita ini sebelumnya berjudul: Gara-gara Kemenag Pelatihan Petugas Haji di Masa Corona, Inilah Akibatnya Sekarang; Banyak Positif

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menyoal Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19 di Jatim, Pelatihan Petugas Haji, 19 Peserta Positif Corona",

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved