Wabah Covid 19
Perusahaan Farmasi, Telekomunikasi dan Konsumsi Terdampak Wabah Covid 19
Dari rilis laporan keuangan perusahaan, periode Januari - Februari, perusahaan akan sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 di bulan Maret lalu.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dampak pelemahan ekonomi akibat wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) akan sangat mempengaruhi aktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Dari rilis laporan keuangan perusahaan, periode Januari - Februari, perusahaan akan sangat terdampak akibat pandemi Covid-19 di bulan Maret lalu.
Hal itu disampaikan oleh Branch Manager Makassar PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Carlo E F Coutrier melalui rilis ke Tribun, Minggu (5/4/2020).
"Di satu sisi di market mulai ada likuiditas akibat stimulus yang digelontorkan, baik global maupun Indonesia. Beberapa sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 adalah pariwisata, penerbangan (airlines). Penjualan otomotif dan semen juga kemungkinan akan sangat drop di bulan Maret (berdasarkan guidance company)," katanya.
Sementara itu, sektor yang mungkin less impact atau sedikit terdampak adalah farmasi, perusahaan telekomunikasi, dan perusahaan barang konsumsi.
Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel periode Maret 2020, kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran pada Maret 2020 di Sulawesi Selatan mengalami inflasi sebesar 2,52 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 103,09 pada
Februari 2020 menjadi 105,68 pada Maret 2020.
Dari satu subkelompok dalam kelompok penyediaan makanan dan minuman / restoran, di Sulawesi Selatan memberikan andil inflasi sebesar 0,197 persen.
Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini yaitu: ayam goreng, martabak, mie, nasi dengan lauk, dan lain-lain.
Kelompok kesehatan pada Maret 2020 di Sulawesi Selatan mengalami inflasi 0,25 persen atau terjadi kenaikan angka indeks dari 103,57 pada Februari 2020 menjadi 103,83 pada Maret 2020.
Dari empat subkelompok dalam kelompok kesehatan, di Sulawesi Selatan tercatat tiga subkelompok mengalami kenaikan angka indeks dan satu subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan angka indeks.
Subkelompok yang memberikan andil terbesar adalah subkelompok Obat-Obatan dan Produk Kesehatan dengan andil sebesar 0,002 persen dan subkelompok Jasa Rawat Jalan dengan andil sebesar 0,002 persen. Komoditi yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini yaitu: tarif dokter umum, vitamin, obat flu.
Sementara itu, Perbankan merupakan saham cyclical, dimana apabila ada kenaikan IHSG saham cyclical juga akan bergerak sejalan IHSG.
"Saat ini, berdasarkan arahan dari beberapa bank besar, pendapatan fee based income dan transaksi mobile dan online mereka akan naik double digit di bulan Maret," katanya.
Hampir semua perusahaan perbankan menyarankan kepada nasabah untuk bertransaksi melalui mobile selama pandemi Covid-19.
Carlo menjelaskan market naik di pasar modal bukan karena data ekonomi yang membaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/branch-manager-makassar-pt-trimegah-sekuritas-indonesia-tbk-carlo-e-f-coutrier-2.jpg)