Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Najwa Shihab

Detik-detik Anak Buah Jokowi Kritik Judul Mata Najwa, Alasan Jubir Protes Acara Najwa Shihab

Makin meroketnya jumlah pasien positif Virus Corona atau Covid-19, membuat pemberitaan tentang pandemi tersebut memenuhi layar kaca. Cek Video detik-d

Editor: Rasni
YouTube
Tangkapan layar Najwa Shihab dan Fajroel 

TRIBUN-TIMUR.COM - Makin meroketnya jumlah pasien positif Virus Corona atau Covid-19, membuat pemberitaan tentang pandemi tersebut memenuhi layar kaca. Cek Video detik-detik kritikan tersebut ditayangkan.

Tak hanya dalam bentuk berita, informasi tentang penyakit yang pertama kali muncul di Wuhan ini juga menjadi perbincangan dalam acara Talkshow.

Termasuk program dibawakan presenter Najwa Shihab, Mata Najwa.

Begini Perlakuan Tim Medis Parepare Hingga Dua Pasien Positif Corona Sembuh

Pada Rabu (2/4/2020), Najwa Shihab dkk mengangkat judul 'Saatnya Karantina'.

Judul tersebut malah dapat protes Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman yang juga menjadi narasumber.

Anak buah Presiden Jokowi itu menyebut judul yang diankat Najwa itu dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Lalu apa kata putri Quraish Shihab itu?

Judul tersebut diambil karena kebijakan pemerintah yang ditetapkan saat ini, dinilai masih belum dapat menekan laju pertambahan penyebaran Virus Corona di berbagai wilayah, terutama di DKI Jakarta.

Suasana rumah sakit darurat penanganan Corona (COVID-19) di Siloam Hospitals Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2020).

Siloam Hospitals Mampang dikhususkan untuk menangani pasien virus corona (COVID-19) yang jumlahnya terus bertambah, serta membantu rumah sakit rujukan pemerintah yang telah melebihi kapasitas daya tampung.

Sehingga perlu dilakukan langkah penanggulangan lebih lanjut yang lebih efektif seperti misalnya karantina wilayah atau lockdown.

Namun, pengambilan judul tersebut mendapatkan kritikan dari Fadjroel Rachman yang menilai kata-kata dalam judul itu dapat membingungkan masyarakat.

"Judul malam ini mestinya diganti, bukan saatnya karantina, tapi saatnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), supaya tidak terjadi kebingungan di masyarakat," ujar Fadjroel seperti yang dikutip TribunWow.com dari tayangan yang diunggah akun YouTube Najwa Shihab, Jumat (3/4/2020).

Tangani 80 Pasien Positif Covid-19, Rumah Sakit Sulsel Disiasati Saling Pinjam Ventilator

Legislator Demokrat Sesalkan Pemkab Takalar Tak Isolasi Pasien Corona

FOTO: Claro Sediakan Wastafel dan Bilik Sterilisasi Guna Cegah Penyebaran COVID-19

Dalam kesempatan itu, Fadjroel kemudian menyampaikan dalam acara tersebut agar pemerintah daerah yang ingin melaksanakan PSBB tersebut untuk segera mengajukan ke kementrian kesehatan.

"Melalui acara ini juga saya mengimbau kalau misalnya da 34 provinsi dan 500-an lebih kabupaten atau kota ingin melakukan PSBB, segera ajukan kepada kementrian kesehatan," imbuh Fadjroel.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved