Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Sulsel

Wakil Ketua Umum Kadin Harap Gubernur Sulsel Buka Akses Impor Ventilator dari Jepang

Dia menyebutkan, pekan lalu, kalangan pengusaha urunan membantu pemerintah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, untuk mengimpor Corona rapid test kit .

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Thamzil Thahir
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Calon Ketua PSSI, Erwin Aksa, usai pertemuan pihak PSSI dengan Gubernur Sulsel di Rujab Gubernur, Minggu (16/10/2016). 

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berharap Gubernur Sulsel Buka Akses Impor Ventilator dari Jepang. “Kalau Gubernur Sulsel bisa buka akses informasi di Jepang atau China untuk dapat ventilator murah dan cepat, Insyallah pengusaha bisa membantu.

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM — Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Erwin Aksa, menegaskan kesiapan kalangan pengusaha membantu pemerintah daerah untuk melewati masa kritis penanganan pandemi global wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tanah Air.

Menurutnya, di pekan ketiga masa siaga ini, pasokan alat pengaman diri (APD), masker, alat penguji cepat (rapid test kit), dan obat-obatan medik bagi rumah sakit rujukan penanganan COVID-19, relatif mulai mengalir dari Jakarta ke 34 provinsi.

Fokus pengadaan ventilator diyakini sebagai langkah taktis yang mendesak. 

Ilustrasi ventilator (shutterstock)
Ilustrasi ventilator (shutterstock) (shutterstock/Kompas.com)

Hadapi Virus Corona, RSUD Sawerigading Palopo Hanya Miliki Empat Alat Ventilator

Punya 8 Unit Ventilator, RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng Masih Kekurangan Kalau Tangani Pasien Corona

RS Dr Tadjuddin Chalid Makassar Punya 3 Ventilator, 1 Khusus Pasien Covid-19

“Untuk pencegahan kita okelah, namun untuk penanganan medik, masih banyak rumah sakit dan fasilitas medik di daerah yang mengeluhkan minimnya ventilator (alat bantu pernafasan) bagi pasien posotif. Andre Cuomo (Gubernur New York) malam ini di CNN sudah umumkan fokus ke-Ventilator. Kita jangan kalah cepat,” katanya kepada Tribun, Kamis (2/4/202) petang.

Menurut mantan Ketua Umum BPP HIPMI ini, kalangan pengusaha siap membantu  pemerintah, namun sejauh ini akses impor peralatan medik dasar pasien Covid-19 di ICU dan penunjang laboratorium Biosafety Level (BSL) II  untuk COVID amat terbatas. 

Ruang-ruang ICU di rumah sakit rujukan dan RS daerah juga  butuh tambahan ventilator.

RILIS kebijakan Gubernur New York Andre Cuomo untuk menambah ventilator di rumah sakit rujukan dan publik di New York, Kamis (2/4/2020).
RILIS kebijakan Gubernur New York Andre Cuomo untuk menambah ventilator di rumah sakit rujukan dan publik di New York, Kamis (2/4/2020). (dok_Tribun_timur)

“Kalau Gubernur Sulsel bisa buka akses informasi di Jepang atau China untuk dapat ventilator murah dan cepat, Insyallah pengusaha bisa membantu,” kata Erwin.

Menurut Erwin, selain China, Jepang adalah salah satu negara eksporter di Asia yang bisa menyediakan alat bantu pernafasan berstandar internasional ini.

Sekadar diketahui, Gubernur Sulsel Nurdin Abdulah, hampir satu dekade bermukim di Jepang. 

Kewenangan dan akses informasi dan jaringan Gubernur Sulsel di Jepang, menurut Erwin adalah salah satu modal yang jarang dimilik kepala daerah lain di Indonesia.

Kendala tertutupnya akses pembelian dan impor ini diakui, karena melonjaknya permintaan global.

“Biasanya di kondisi seperti ini, kalau G to G (government to governenment), lebuh mudah dibanding kalau pola kami, B to B (business to business).”

 

Data mengkonfirmasikan, kurva pemulihan Corona di China Jepang, Taiwan dan Korea, mulai melandai dan cenderung positif.

Sementara di Eropa, jelas CEO Bosowa Corporation ini, produsen konvensional peralatan medik modern, juga langka menyusul peningkatkan permintaan lokal dan regional.

“Amerika, negara-negara Eropa yang bulan lalu masih pandemi dari China, dua pekan terakhir, justru boleh dibilang jadi negara epidemi. Kasus positif dan jumlah pasien meninggalnya naik drastis,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pekan lalu, kalangan pengusaha urunan membantu pemerintah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, untuk mengimpor Corona rapid test kit .

Pengusaha Makassar Impor Lagi 60 Ribu 2 Minute Rapid Test Covid-19 dari Belanda

BREAKING NEWS: 1.300 Alat Rapid Test Corona Tiba di Makassar

Apa Itu Ventilator? Berikut Penjelasan Dokter Ahli

Namun, belakangan dari hasil medik, terungkap perangkat uji cepat ini tak akurat. “Karena hanya ambil sampel darah, pasien dengan bukan gejala COVID, seperti brokhitis juga bisa terdeteksi,”

Menyitir informasi dari para ahli, dokter dan spesialis pernafasan, Erwin menyebutkan pola pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dengan metode pengambilan sampel lendir di tenggorokan dan organ pernafasan hidung (SWAB), sejauh ini jauh lebih efektif.

“Nah, dengan meningkatkan angka pasien positif, dan terbatasnya ventilator di ICU,  kami coba tawarkan bantuan, namun kami terkendala akses.”

Mengatasi keterbatasan ruang ICU di rumah sakit rujukan, Kadin juga berharap pemerintah daerah, untuk lebih banyak memgambil inisiatif membuka gedung publik, aula sekolah, kampus, untuk diubah sementara jadi ruang penanganan darurat.

Praktis cerdas pemerintah Korea dan Jepang, yang memberlakukan drive thru COVID tes, seperti beli ayam goreng di KFC atau Mc Donald,dimana warga tetap diatas mobil, diyakini bisa mengatasi penyebaran COVID.

Dia meyakini, partisipasi elemen publik, aparat, pengusaha, kelompok relawan dan kesadaran warga untuk memutus mata rantai penyebran virus mematikan ini, mulai menunjukkan hasil.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe beetandang ke kantor IDI Makassar di Jalan Topaz, Makassar, Kamis (242020). Kunjungan tersebut untuk memberikan support kepada relawan Dokter Makassar dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. TRIBUN TIMURSANOVRA JR
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe beetandang ke kantor IDI Makassar di Jalan Topaz, Makassar, Kamis (242020). Kunjungan tersebut untuk memberikan support kepada relawan Dokter Makassar dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. TRIBUN TIMURSANOVRA JR (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

IDI Makassar Bentuk Satgas Tanggap Covid-19

Sebelumnya, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar Dr dr Siswanto Wahab Sp KK CK kepada Tribun, awal pekan ini, mengkonfirmasi kondisi ini.

“Rumah sakit rujukan kita terbatas, peralatan dan fasilitas medik dan dokter juga demikian, Namun penanganan ini bisa teratasi jika warga membatasi mobilitas sosial, dan  tak panik jika menghadapi gejala sakit, demam, flu, batuk dengan langsung ke rumah sakit. Bantu kami dengan berdiam di rumah,” ujarnya.

Ini belum lagi jika menyoal ketersediaan alat peredam virus bagi pasien positif seperti alat medik polymerase chain reaction (PCR) dengan metode pengambilan lendir di tenggorokan atau organ pernafasan (SWAB), atau  ventilator (alat bantu pernafasan).

“Dibanding dua pekan lalu, beberapa hari terakhir, metode penanganan medik relatif lebih rapi. Logistisk APD berangsur mulai datang dari pusat,” ujar salah dr Onasis Ande Sp.Rad, kepada Tribun, Kamis (2/4).

Kebijakan menjadikan semua rumah sakit ‘siaga’ Covid-19 di Sulsel, setidaknya bisa menambah optimisme, Sulsel bisa menghadapi ini.

Dia mengakui, ruang pengetesan atau penanganan khusus seperti metode PCR yang membutuhkan laboratorium Biosafety Level (BSL)  atau ICU, juga terbatas.

Menurutnya, dibanding dua pekan lalu, penanangan medik kasus CoVID di Makassar, bisa mengobati keresahan tenaga medik.

Dia mengakui, dokter dan paremedis juga masih dihantui ‘kecamasan terpapar’ virus.

Namun, menurut dokter Onasis, sembuhnya dokter ‘spesialis bencana’ senior Prof Dr dr Idrus A Paturusi, Selasa (31/3) lalu, jadi penyemangat baru, bahwa Sulsel bisa melalui masa-masa kritis dan keresahan COVID.

Alhamdulillah, Selangkah Lagi Prof Idrus Paturusi Terbebas dari Covid-19

Kini, jelasnya, meski pneumonia ini sejatinya jadi ranah dokter spesialis paru dan penyakit dalam, namun kondisi ini sudah memunculkan kesadaran baru di korps dokter.

“Dalam kondisi ini semua dokter bisa ambil langkah medik. Ini sudah sumpah profesi, keterbatasan APD, juga mulai teratasi, tapi kalau kepanikan warga terus bertambah, tak mau pakai masker kalau terpaksa keluar rumah, atau terus kongkow-kongkow di luar, virus ini tambah ganas,” kata Onasis. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved