Dampak Virus Corona di Sulsel
PPNI Sulsel Surati Gubernur Setelah Ada Perawat Pasien Corona Pakai Jas Hujan
"Kondisi di lapangan memang ada yang melaporkan memakai jas hujan untuk pengganti APD (Alat pelindung diri) yang standar," kata Ketua Dewan Pimpinan W
Penulis: Hasan Basri | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah Sulawesi Selatan (DPW PPNI Sulsel) sangat menyayangkan ada perawat yang menangani pasien suspect virus corona dengan menggunakan jas hujan.
"Kondisi di lapangan memang ada yang melaporkan memakai jas hujan untuk pengganti APD (Alat pelindung diri) yang standar," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPNI Sulsel, Abd Rakhmat.
"Tentu ini sangat disayangkan terutama untuk petugas yangg betul-betul kontak dengan penderita positif sangat tidak direkomendasi;" lanjutnya.
Menurutnya,penggunaan alat pelindung diri (APD) jas hujan tidak sesuai dengan standar pengelolaan Rumah Sakit.
"Jas hujan belum terbukti secara evidence based menahan masuknya mikroorganisme dan mencegah kontaminasi silang," kata Abd Rakhmat.
Rakmat mengatakan sebaiknya jas hujan dijadikan sebagai ADP tidak dipakai pada pasien yang betul-betul posistif Covid19.
Ia mengaku pihaknya selaku Organisasi Profesi telah melayangkan surat kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mempertanyakan soal kesiapan ADP.
"Kami sudah bersurat ke Pak Gubernur untuk menyampaikan persoalan ini. Kami dengar ada bantuan APD dari Pemrov tapi di lapangan teman-teman perawat masih mengeluh," ujarnya.
Ia berharap adanya tindakan pemerintah dalam pengawalan pendistribusian ADP sehingga bisa tepat sasaran. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sulawesi-selatan-dpw-ppni-sulsel-menyayangkan.jpg)