Corona dan Hubungan Internasional, Perlukah Lockdown?

Dewasa ini kita melihat kepanikan karena Corona dan masyarakat memborong barang kebutuhan dari mini market.

Penulis: Dian Aditya Ning Lestari,  Alumni Hubungan Internasional Universitas Indonesia

founder Indonesian Future Leaders Asal Makassar Dian Aditya Ning Lestari
founder Indonesian Future Leaders Asal Makassar Dian Aditya Ning Lestari (handover)

Dalam hubungan internasional kita melihat diplomasi dapat berlangsung antar kota dan antar provinsi tanpa perlu melalui negara.

Hubungan antar kota yang menjadi mudah sebenarnya juga memberi ancaman salah satunya adalah mudahnya penyebaran penyakit. Begitulah yang di rasakan wali kota Bogor ketika berdiplomasi atas nama kotanya.

 Sisters city atau program antar kota menjadi ancaman bagi kesehatan fisik dalam pandemik utamanya jika tidak di lakukan lockdown dan mass screening.

Penulis sendiri mendukung lockdown alias pemberhentian semua aktivitas negara dan alur masuk manusia dari negara lain demi menyelesaikan masalah corona ini.

Hanya saja aksi ini akan berdampak pada perkembangan ekonomi dan tentunya pejabat negara tidak mudah membuat keputusan ini.

 Dewasa ini kita melihat kepanikan karena Corona dan masyarakat memborong barang kebutuhan dari mini market.

Dari sisi keamanan Corona mengancam karena dapat menimbulkan kepanikan.

 Dari sisi keamanan Covid-19 berpengaruh karena dapat kita lihat di sini bagaimana rendahnya keamanan antar negara yang merendahkan batasan antar bangsa mempermudah penyebaran penyakit.

Sisters city memudahkan masyarakat berhubungan dengan orang lain dalam kota namun juga mempermudah penyebaran penyakit.

Begitu pula rendahnya batas dalam perdagangan. Persentuhan kulit karena ketiadaan batas Negara dapat mendatangkan penyakit. Globalisme membawa kekurangan mudahnya penyebaran virus namun lebih banyak kelebihan.

 Dari sisi hubungan internasional globalisme mempermudah tertransfernya virus. Aktivitas agama antarbangsa juga. Saat ini di setiap negara terdapat peringatan untuk menciptakan social distance, yakni jarak sosial dengan orang lain.

Artinya kita tidak boleh keluar rumah jika tidak begitu diperlukandan meminimalisir kontak dengan orang lain. Karena itu kita harus mendukung pemerintah dengan: (1) stay di rumah dan tidak keluar jika tidak benar-benar diperlukan, (2) mengurangi perjalanan internasional, (3) tidak mengadakan meeting di luar jika tidak benar-benar di perlukan,

Mahasiswa TU Delft di imbau untuk tidak melakukan travel internasional dahulu. Yang pasti jangan ada kepanikan dan ketakutan. Aktivitas harus berjalan seperti biasa dan semua berjalan normal. Namun bukan berarti kita cuek dan tidak peduli. Keamanan total tetap harus di jaga. Di sini kita melihat bahwa keselamatan fisik lebih penting dari perkembangan ekonomi. Pemerintah sebaiknya melakukan Lockdown dulu sebelum semua terlambat dan menjadi seperti italy. Data dan  statistic menunjukkan demikian. Dari sisi keamanan internasional. dari sisi keamanan kota, dari sisi kebijakan publik, di Indonesia, Sulawesi Selatan, Makassar, sangat penting kita bekerja sama atas Corona demi kepentingan internasional.

Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved