Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Stok Gula Pasir

Di Misi Pasar Raya Antang, Stok Gula Pasir Sisa 15 Sak, Pasar Pabaeng-baeng Kosong

Salah satu toko yang menyediakan gula pasir saat ini adalah Misi Pasar Raya di Jl Antang Raya, Kecamatan Manggala, Makassar.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
kaswadi/tribun-timur.com
Stok gula yang ada di Misi Pasar Raya, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gula pasir di Makassar mengalami kelangkaan sejak dua minggu lalu.

Salah satu toko yang menyediakan gula pasir saat ini adalah Misi Pasar Raya di Jl Antang Raya, Kecamatan Manggala, Makassar.

Asisten Manager Misi Pasar Raya, Mega Silvia, Kamis (19/3/2020) mengatakan stok gula pasir di tokonya masih ada.

"Sekarang stok gula pasir yang ada sekitar 15 sak, cukup sekitar seminggu ke depan," ujarnya.

Untuk harga jual mengalami kenaikan. "Sebulan lalu harganya Rp 600 ribu per sak. Sekarang Rp 810 ribu per sak. Harga eceran Rp 17.900 per kilogram," tururnya.

Dalam pembelian gula pasir, Mega mengatakan pihaknya melakukan pembatasan. Masing-masing konsumen hanya boleh membeli gula pasir 2 kilogram.

Di tempat lain, stok gula pasir mengalami kekosongan. Hal ini disampaikan Tajuddin, pedagang di Pasar Pabaeng-baeng, Jl Sultan Alauddin, Makassar.

Menurutnya, stok gula pasir di kiosnya sudah habis sekitar dua hari yang lalu.

Untuk gula pasir dijual Tajuddin dengan harga Rp 18 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sejak dua minggu lalu dari harga Rp 13 ribu per kilogram.

Pemilik kios Anda ini pun mempertanyakan kelangkaan dan kenaikan harga gula pasir yang terjadi sekarang.

Ia menyampaikan agar pemerintah berperan aktif dalam menangani masalah ini.

Menurutnya, jika terjadi kelangkaan di dalam produksi, pemerintah dapat melakukan impor.

Selain itu, kata Tajuddin, pemerintah harusnya melakukan operasi pasar dan meninjau pabrik gula yang ada.

"Melakukan pengawasan. Pemerintah mencatat produksi gula pasir di pabrik kemudian disalurkan ke mana gula-gula tersebut," ujarnya.

Dengan begitu, menurut Tajuddin, kelangkaan bisa diatasi serta untuk mengantisipasi adanya penimbunan.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Kaswadi Anwar

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved