Yuk Belajar Makna Peribahasa Bugis Makkakkang Temmakate’
Suku Bugis juga meninggalkan ragam warisan kesusastraan dalam bentuk peribahasa.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
Oleh:
Faisal
Pamong Budaya Sulsel
TRIBUNTIMURWIKI.COM - Suku Bugis adalah suku yang mendiami sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan.
Suku Bugis juga memiliki kebudayan yang unik, mulai dari bahasa, tradisi, hingga perihal kesusastraan.
Suku Bugis juga meninggalkan ragam warisan kesusastraan dalam bentuk peribahasa.
Salah satu peribahasa Bugis, yakni makkakkang temmakate’ yang berarti menggaruk tanpa gatal.
Seringkali ditemukan seseorang yang sangat terbiasa mencampuri urusan orang lain, pada hal tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Orang seperti ini lebih banyak mengomentari sisi negatif urusan orang lain tanpa memberi solusi.
Biasa juga hanya sekedar mencari-cari kesalahan orang lain, kemudian diekspos.
Intinya adalah tidak ingin melihat orang lain sukses dan bahagia, atau ada yang diharapkan di balik itu.
Peribahasa makkakkang temmakate’ merupakan arti kiasan yang ditujukan kepada seseorang yang memiliki sifat “gila urusan”, walaupun bukan urusannya, tapi dia juga mau mengurusinya.
Orang seperti ini selalu mencampuri dan membicarakan kekurangan orang lain.
Dia merasa hanya dirinya saja yang dianggap hebat, tapi biasanya jauh lebih bobrok dari orang yang dikritisi.
Orang seperti ini pasti ada maunya.
Setelah terkabulkan keinginannya, maka akan diam bagaikan anjing kampung yang selalu menggonggong pada saat kelaparan.
Setelah dikasih makanan, langsung diam.
Akan tetapi, dia menggonggong lagi pada saat lapar karena tidak ada siri’na (malunya).
Ada juga orang seperti ini tidak mau melihat orang lain sukses dan bahagia, karena tidak mau disaingi.
Ada kalanya juga menjadikan kekurangan orang lain sebagai batu loncatan untuk meraih popularitas.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/yuk-belajar-makna-peribahasa-bugis-makkakkang-temmakate.jpg)