Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Penculikan

Ngaku Dibius dan Disekap Nyatanya MW Hanya Buat Cerita Rekayasa, Begini Alasannya di Hadapan Polisi

Saat RW mendekat, ia ditarik ke mobil. Salah seorang pelaku menyekap mulut RW dengan kain yang telah diberi obat bius

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Muh. Irham
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi penculikan 

PANGKEP, TRIBUN-TIMUR.COM - Sabtu (7/3) lalu, warga Pangkajene digegerkan dengan berita penculikan siswi MTs DDi Asyirhatal Mustaqim berinisial RW (14) di Kelurahan Sibarua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.

Cerita ini bermula saat RW mengaku dipanggil oleh pelaku yang berjumlah tiga orang, dan menggunakan topeng dengan memperlihatkan HP miliknya. Kepada RW, pelaku mengatakan kepada korban, “lihat ki dulu ini foto, kita kenal atau tidak”.

Saat RW mendekat, ia ditarik ke mobil. Salah seorang pelaku menyekap mulut RW dengan kain yang telah diberi obat bius. Akibatnya RW tidak sadarkan diri. Sebelum pingsan, RW mengaku kakinya diikat menggunakan tali.

Ternyata bukan hanya RW di atas mobil tersebut. Ada dua orang korban lainnya yang menjadi korban.

Namun rupanya polisi meragukan cerita tersebut. Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji saat konfrensi pers di Polda Sulsel, kemarin mengatakan, setelah diselidiki, ternyata cerita tersebut hanya fiktif.

"Karena tidak pulang-pulang, maka RW mengaku diculik, disebabkan takut dengan orang tuanya," ujarnya.

"RW mengakui hal ini setelah kami terus menanyainya, dan menemukan banyak pernyataannya yang tidak sesuai dengan kronologis yang ia sampaikan," lanjutnya.

Polres Pangkep masih terus mendalami kasus ini, dan belum bisa memberikan kepastian terkait status hukumnya.

Di hadapan polisi, RW mengaku sengaja mengarang cerita jika dirinya sempat diculik oleh tiga orang pria dan disekap di atas mobil.

Alasan gadis remaja ini, karena merasa dibeda-bedakan oleh kedua orang tuanya.
Hal ini bermula saat adik RW menyuruh kakaknya mencari sendal ibunya yang hilang.
Sebelumnya RW memakai sendal itu bermain.

Adiknya mengancam kalau sendal itu tidak ditemukan maka RW akan dimarahi ibunya.

RW pun pergi mencari sendal itu, setelah tidak berhasil menemukannya. Ia pulang ke rumah.

Setiba di rumah ternyata sendal tersebut tidak hilang, melainkan ada di atas rak sepatu.

RW pun merasa kesal karena seolah dipermainkan oleh keluarganya. Beberapa saat kemudian,
RW pun minta dibelikan sepatu baru oleh orang tuanya, tapi kedua orang tuanya tidak
mengiyakan, RW pun makin kesal.

Puncak kemarahannya, ketika RW diusir dari rumah oleh kakanya sendiri. RW langsung pergi meninggalkan rumah menuju gudang milik tantenya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved