Breaking News:

Luwu Timur

KRONOLOGI Kakek Cabuli Cucunya: Terungkap Berkat Bantuan Wali Kelas & Guru BP

Pelaku warga Dusun Lompobangke, Desa Tadulako sudah melakukan aksi cabul kepada cucunya sejak September 2019.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasrul
Ivan/Tribun Luwu Timur
Kakek berinisial PT (69) diduga mencabuli cucu perempuannya AS (14). 

TRIBUNLUTIM.COM, TOMONI - Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Kakek berinisial PT (69) kepada cucu perempuannya AS (14) kini ditangani Polres Luwu Timur.

Setelah mendekam di Mapolsek Mangkutana usai diamankan pada Jumat (6/3/2020). Kini PT dipindahkan di sel tahanan Mapolres Luwu Timur.

Pelaku warga Dusun Lompobangke, Desa Tadulako sudah melakukan aksi cabul kepada cucunya sejak September 2019.

Tindakan cabul si kakek kepada cucunya itu dilakukan di rumahnya di Talikawat, Dusun Lompobangke, Desa Tadulako, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kakek berinisial PT (69) diduga mencabuli cucu perempuannya AS (14).
Kakek berinisial PT (69) diduga mencabuli cucu perempuannya AS (14). (Ivan/Tribun Luwu Timur)

Korban usai dicabuli kakeknya itu jadi malas pergi ke sekolah. Wali kelas korban, Ester Palalangan dan guru BP, Esse Andi Sapondang pun jadi penasaran apa yang terjadi pada anak didiknya itu.

Dari sinilah tindakan cabul PT kepada cucunya mulai terungkap. Memang, AS menujukan perubahan tingkah laku malas ke sekolah sejak Januari 2020.

Guru AS kemudian melakukan pembinaan, Jumat (6/3/2020). Seperti guru pada umumnya, AS lalu dipanggil ke ruang BK untuk diinterogasi perihal malas ke sekolah.

Guru mencari tahu kenapa sampai korban malas pergi ke sekolah. Setelah diinterogasi tigs kali, pada pukul 11.00 Wita hari itu, korban mengaku dicabuli kakeknya, PT.

Korban menyampaikan perbuatan cabul yang dialaminya sudah terjadi beberapa kali sejak ia tinggal serumah bersama PT sejak September 2019.

Dari pengakuan AS, pihak sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Luwu Timur dan Polsek Mangkutana.

"Atas laporan tersebut Personil Polsek Mangkutana mengamankan pelaku di Mako Polsek Mangkutana untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolsek Mangkutana, AKP Moh Jamal Ansar kepada TribunLutim.com, Minggu (8/3/2020).

Saat ini, korban tengah didampingi tim pendamping hukum Bidang Perlindungan Perempuan Dan Anak Dinas Sosial Luwu Timur.

Saat ini, korban masih duduk di bangku SMP di Kecamatan Tomoni. Ia ditinggal orangtuanya yang merantau ke Malaysia sejak 2016.

Perilaku cabul si kakek ini dengan menggosok kemaluannya di paha korban saat korban tengah tidur.

"Pengakuan korban, pelaku melakukan pencabulan hampir tiap malam. Korban usai dicabuli sering menemukan sperma di atas pahanya," kata Jamal.

Selain itu, pelaku juga punya kebiasaan tiap harinya rajin menenggak miras tradisional jenis Ballo.

"Selain melakukan pencabulan terhadap korban pelaku juga sering mengajak korban untuk minum minuman keras jenis ballo," kata korban kepada polisi.

Sebelum tinggal bersama PT, AS lebih dulu tinggal di rumah neneknya bernama Mahdalena di Jl Trans Sulawesi, Desa Tadulako.

Kemudian pada Maret 2019, korban tinggal di rumah keluarganya bernama Saingirut di Lorong Talikawat, Desa Tadulako.

Lalu pada September, korban tinggal bersama PT yang menjadi awal mula korban mendapat tindakan cabul.

Selama tinggal bersama kakeknya, korban tidur dalam satu ranjang setiap malam.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved