Melawan, Driver Ojol Ngamuk Rusak Kantor Leasing dan Bentrok Lawan Debt Collector, Kronologi - Sebab
Melawan, driver ojek online ngamuk rusak kantor leasing dan bentrok lawan debt collector, kronologi dan sebab.
TRIBUN-TIMUR.COM - Melawan, driver ojek online ngamuk rusak kantor leasing dan bentrok lawan debt collector, kronologi dan sebab.
Driver ojek online tunjukkan solidaritas melawan debt collector.
Sebuah rumah kontrakan yang dijadikan kantor leasing PT Bala Manunggal Abadi (BMA) di Jalan Wahid Hasyim No 30 Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman, Yogyakarta, diduga dirusak oleh sejumlah oknum driver ojek online.
Perusakan tersebut buntut bentrokan antara driver ojek online dan debt collector di Ring Road Utara, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, tepatnya depan Casa Grande.
Pantauan Kompas.com di lokasi, tampak kaca depan kantor BMA pecah.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas kantor seperti meja dan kursi hangus terbakar.
"Ini rumah warga yang dikontrak untuk kantor BMA (PT Bala Manunggal Abadi). Dikontrak sejak tahun kemarin," ujar M Soleh, Ketua RT007/RW025 Widorobaru, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, saat ditemui di lokasi, Kamis (5/3/2020).
Soleh menceritakan, kejadian berawal saat ratusan driver ojek online mendatangi kantor BMA sekitar pukul 15.30 WIB.
"Mereka aksi solidaritas, mayoritas mengenakan seragam (jaket ojol)," katanya mengungkapkan.
Setelah datang, mereka sempat bermediasi di dalam kantor.
"Sudah terlalu banyak yang datang untuk aksi solidaritas dari ojol, kemungkinan ada yang emosional dan terpancing. Tapi situasi aman pukul 17.00 WIB," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah mengonfirmasinya adanya aksi perusakan kantor di Jalan Wahid Hasyim.
"Iya (ada perusakan kantor), itu sedang kita telurusi. Tadi kita sedang mediasi, kok ada kejadian di kantor DC, mungkin ini karena ada kesimpangsiuraj informasi," ucap AKBP Rizki Ferdiansyah.
AKBP Rizki Ferdiansyah menuturkan, pihaknya akan mengusut aksi perusakan kantor tersebut.
"Iya, kita akan lihat kan tidak boleh juga melakukan perusakan seperti itu. Satu persatu kita akan lihat akar permasalahanya apa," katanya pungkas.