Pencabulan

Oknum Guru Cabul di Maros, Beri Ponsel ke Murid Laki-laki Agar Aksinya Tak Ketahuan

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim itu, diakui lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntutnya selama 12 tahun penjara.

ilustrasi
Ilustrasi pencabulan 

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Rudi Samola (60), oknum guru di salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Mallawa, Maros, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Maros.

Ia dinyatakan terbukti mencabuli enam orang muridnya di dalam ruang kelas.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Maros, Mona Lasisca mengatakan saat pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Maros, terdakwa saat itu sempat mencoba bunuh diri dengan melilitkan seikat tali pada lehernya, namun bisa dicegat oleh petugas. Meski sempat tejadi kegaduhan, majelis hakim tetap melanjutkan pembacaan putusan.

"Sudah vonis 10 tahun oleh majelis hakim. Iya pas pembacaan amar putusan, terdakwa mencoba bunuh diri pakai tali yang diambil dari pinggangnya. Untung langsung dicegat sama petugas," ujarnya, Rabu (4/3/2020).

Majelis hakim yang diketuai Rubianti, menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan melakukan pencabulan secara paksa kepada siswinya. Meski, sejak awal terdakwa bersama penasihat hukumnya menyangkal seluruh dakwaan terhadapnya.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim itu, diakui lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang menuntutnya selama 12 tahun penjara.

Majelis mempertimbangkan hal yang meringankan terhadap terdakwa karena belum pernah dihukum dan sudah berusia lanjut.

"Tuntutan kita itu 12 tahun, tapi majelis hakim punya pertimbangan dua itu tadi, sehingga diputuskan jadi 10 tahun dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara," lanjutnya.

Dalam persidangan sebelumnya, pencabulan terhadap korban yang rata-rata baru berusia 10 tahun itu, dilakukan terdakwa di dalam ruang kelas di depan para siswa.

Sebagai wali kelas, terdakwa leluasa mengatur ruangan agar aksinya tidak terlihat oleh siswa lain. Ia pun mengancam korban akan memberi nilai jelek hingga tidak naik kelas jika tidak turut keinginannya.

Saat ia mencabuli korban, meski di dalam kelas, tetap saja tidak bisa dilihat langsung oleh murid lain karena terhalang meja yang ditata olehnya.

Murid laki-laki sengaja dikasih HP nonton YouTube untuk mengalihkan perhatian saat terdakwa ini melakukan aksinya.

Kasus pencabulan ini diperkirakan terjadi pada Agustus 2018 dan mulai ditangani oleh penyidik Polres Maros pada pertengahan tahun 2019 hingga akhirnya dilimpahkan ke Kejari Maros. Saat menjadi tersangka, oknum guru bejat ini tidak ditahan dan tetap mengajar.(*/tribun-timur.com)

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved