Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sempat Dijuluki 'Feeling Good', Kini Ranu Manduro Berubah Jadi 'Feeling Bad' hingga Resmi Ditutup

Pengguna sosial media pasti terpukau dengan keindahan Ranu Manduro di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerta

Tayang:
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Instagram @kanurikaanisa dan @mojokerto_story
Sempat Dijuluki 'Feeling Good', Kini Ranu Manduro Berubah Jadi 'Feeling Bad' hingga Resmi Ditutup 

Pasalnya, banyak wisatawan yang penasaran dengan keindahan Ranu Manduro yang menyebabkan kawasan itu menjadi penuh sesak.

Banyak akun di twitter yang kemudian mengunggah kekesalan mereka karena kini Ranu Manduro akan dipenuhi banyak sampah.

Kondisi Ranu Mandura setelah viral di media sosial sesak oleh pengunjung
Kondisi Ranu Mandura setelah viral di media sosial sesak oleh pengunjung (Twitter)

Saking banyaknya pengunjung yang datang, pemandangan di sana sudah tak seindah dulu lagi.

Akun @WachidYulianto mengunggah keadaan terkini Ranu Manduro yang penuh sesak dengan wisatawan.

"Sekarang sudah jadi Feeling BAD #Mojokerto #RanuManduro," tulisnya.

Terlihat memang banyak sekali pengunjung dengan kendaraan bermotor yang datang ke lokasi ini hingga membuat antrian masuk di kawasan ini menjadi macet.

Akses jalan untuk mengelilingi Ranu Manduro pun dipenuhi pemotor yang ingin menyaksikan keindahan wisata ini.

Kepala Desa Manduro Manggung Gajah, Eka Dwi Firmansyah, membernarkan kawasan Ranu Manduro itu ditutup oleh pihak pemilik lahan.

"Iya ditutup (PT Wira Bumi, Red)," ujarnya singkat saat dikonfirmasi oleh SURYA.co.id pada Minggu (1/3/2020).

Eka mengatakan warga telah berkomunikasi dengan pemiliki lahan agar berkenan membuka kembali kawasan Ranu Manduro demi kepentingan warga.

Pasalnya, banyak pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati pemandangan alam di Ranu Manduro.

Hal itu bisa membuat warga sekitar menuai penghasilan dari terbuka Ranu Manduro menjadi kawasan wisata untuk umum.

"Saya masih bantu warga minta izin perusahaan di Surabaya," lanjutnya.

Sementara itu, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pemilik lahan terkait penutupan lahan di kawasan Ranu Manduro.

Namun, penutupan itu dilakukan sehari setelah tim Divisi Pariwisata dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Mojokerti datang langsung meninjau loksi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved