Amphuri Sulampua Rugi Rp 40 Miliar Per Pekan

Meski ia menilai, hal tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk batas pembukaan visa kembali.

Ist
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, Azhar Gazali 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kabar terbaru, Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan sementara bagi masyarakat yang ingin melakukan ibadah umrah di Mekkah dan Madinah mulai (26/2/2020) hingga (13/3/2020).

Artinya, bila tidak aral melintang, per (14/3/2020) izin umrah sudah dibuka kembali.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sulampua, Azhar Gazali mengatakan, pelarangan itu tertera di dalam surat edaran yang dikirim Arab Saudi kepada seluruh biro travel umrah di seluruh dunia.

"Kita berharap sesuai dengan yang tertulis di edaran tersebut," kata Azhar via pesan WhatsApp, Minggu (1/3/2020).

Meski ia menilai, hal tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk batas pembukaan visa kembali.

"Komunikasi dengan ototritas terkait akan terus kami lakukan. Termasuk pertemuan Kemenag dengan seluruh stakeholder terkait," katanya.

Per hari ini, Minggu (1/3/2020) hingga (13/2/2020) mendatang, AMPHURI Sulampua mencatat ada sekitar 279 seat yang akan mengalami rescedule atau penjadwalan ulang.

"Pada (1/3/2020) ada 164 jamaah, sementara pada (8/3/2020) ada 115 seat," katanya.

"Namun belum ada jadwal. Tapi segera kita akan rapat teknis dengan airlines untuk lakukan persiapan reschedule," ia Azhar menambahkan.

Bila dikalkulasi, per minggu jumlah keberangkatan langsung dari Makassar sebanyak 4 kali dengan tambahan extra flight.

"Paket termurah Rp 24 juta dikali 420 jamaah sekali keberangktan dengan penerbangan 4 kali seminggu. Sekitar Rp 40 miliaran," ujarnya.

Ia pun menilai, luar biasa perputaran uang di bank dari umrah. Ia pun berharap umrah segera dibuka kembali tapi dengan harapan pemerintah dan kerajaan Saudi lebih ketat dalam hal pengawasan kesehatan jamaah yang keluar dari Indonesia dan masuk di Saudi begitupun sebaliknya.

"Jika diperlukan bisa dimulai dari masing-masing travel menyarankan kepada calon jamaah untuk melakukan extra pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan siap untuk berangkat umrah yang tujuannya meminimalisir resiko ditolak di bandara," ujarnya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved