Apersi Kritik Sikasep dan Sikumbang Hambat Laju KPR FLPP

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan insentif Rp 1,5 triliun

Apersi Kritik Sikasep dan Sikumbang Hambat Laju KPR FLPP
DOK DPD APERSI SULSEL
Wakil Presiden RI, Maruf Amin dan Ketua DPD Apersi Sulsel, Yasser Latief (kanan), di Kantor Wapres RI, Jakarta, Jumat (7/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan insentif Rp 1,5 triliun untuk pembiayaan perumahan bersubsidi.

Namun, langkah itu dinilai tidak berguna jika masih ada kebijakan lain yang menghambat penyerapan kuota.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia ( Apersi ) Sulsel Yasser Latief, Jumat (28/2/2020).

Pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan tambahan dana tersebut.

Namun demikian, pemberlakuan Sikasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan) dan Sikumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang) malah menghambat penyerapan kuota.

"Sikasep dan Sikumbang ini justru menahan laju pembelian rumah subsidi," kata Yasser Latief melalui siaran pers.

Beberapa kendala yang terjadi pada aplikasi Sikasep dan Sikumbang, misalnya kadang error atau jaringan internet lambat.

Kemudian jika terjadi kesalahan pengisian data, pengguna kesulitan mengoreksi data dan hanya bisa dikoreksi lewat saluran telepon.

Apersi Sulsel Dukung Pemerintah Pusat Pangkas Perizinan Perumahan

Belum lagi, kata dia, layanan teleponnya belum bisa melayani 24 jam.

"Ada juga yang entah apa sebabnya disebutkan NIK berbeda dengan yang dimasukkan. Padahal kita hanya menginput satu e-KTP," ujar Yasser Latief.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved