Jemaat Gereja Keracunan
Santap Daging Babi, Puluhan Jemaat Gereja Alami Hal Mengerikan, Kemarin Makan Anjing
Santap Daging Babi, Puluhan Jemaat Gereja Alami Hal Mengerikan, Kemarin Makan Anjing
Ia menilai anjing itu dalam keadaan sehat.
"Mungkin darahnya kurang matang."
"Ada yang gak kena karena hanya makan sup."
"Anjingnya kita lihat sehat," katanya.

Pemilik anjing, Romiyanti Gultom, yang juga mengalami keracunan mengatakan sebelum dipotong anjingnya dalam keadaan sehat.
Ia menjual anjing itu ke warga karena terlihat galak.
"Kami jual itu karena memang galak."
"Anjing kami ini sering dibawa berburu babi hutan," katanya.
Romiyanti mengalami mual-mual, tensi tinggi, dan kebas pada seluruh tibuh. Ia juga mengaku sekujur tubuhnya ngilu.
"Kebas dan sakit tulang-tulangku," katanya.
Trisban Sidabutar mengalami mual dan kepala yang sangat pusing. Ia bersama anaknya makan bersama dalam acara itu.
"Memang ada anakku yang gak makan daging. Cuma makan sup aja," katanya.
Camat Jorlang Hataran Mariaman Samosir mengaku baru tahu ada kejadian keracunan olahan daging anjing.
Ia tengah mendata jumlah pasien yang tengah mendapatkan perawatan.
Samosir mengharapkan warga memasak daging dengan matang.
"Hari ini baru tahu sekarang."
"Enggak ada keluhan sekarang ini."
"Menurut masyarakat sehat."
"Kalau bindah (urusan beli ternak untuk dipotong) ini biasanya bagi kami."
"Harus dimasak dengan matang."
Koordinator Puskesmas dr Retawati memastikan pasien mengalami keracunan daging anjing.
Pihak puskesmas masih menangani seluruh pasien.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunmedan.com