Jemaat Gereja Keracunan
Santap Daging Babi, Puluhan Jemaat Gereja Alami Hal Mengerikan, Kemarin Makan Anjing
Santap Daging Babi, Puluhan Jemaat Gereja Alami Hal Mengerikan, Kemarin Makan Anjing
Pantauan tribun-medan.com, beberapa orang mendapatkan perawatan.
Perawat memberikan berbagai obat untuk perawatan.
Petugas kepolisian dengan kecamatan menyediakan makanan untuk pasien.
Tampak pasien banyak yang mual-mual.
Kristianus Naibaho warga yang membawa pasien menjelaskan pada hari Rabu (19/2/2020) dilaksanakan acara makan bersama.
Warga dengan gotong-royong membeli satu ekor anjing.
Daging anjing itu diolah jadi makanan khas Batak Toba seperti Na Pinadar, Rebus, dan Panggang.
Kristianus mengatakan, acara makan bersama ini memang rutin dilaksanakan untuk mempererat keakraban sesama warga.
Ia menjelaskan seluruh warga sudah mengalami sakit pada malam hari.
Lalu, pada Kamis (20/2/2020), warga yang keracunan sempat mendapatkan perawatan di bidan desa.
Namun, karena kesehatan semakin parah, warga dibawa ke Puskesmas Tiga Balata.
"Acara makan bersamanya itu hari Rabu."
"Pada malam hari udah ada yang mulai terasa mual-mual dan pusing."
"Hari Kamis, banyak warga juga udah berobat di bidan," ujarnya seraya mengatakan ketika itu tidak ikut makan bersama.
Kristian menduga keracunan ini bisa terjadi karena darah anjing yang menjadi bahan masakan kurang matang.