Viral di Whatsapp Cek Jantung dengan Masukkan Jari ke Es Batu, Benar atau Hoax? Simak Kata Dokter
Viral di Whatsapp Cek Jantung dengan Masukkan Jari ke Es Batu, Benar atau Hoax? Simak Kata Dokter
TRIBUN-TIMUR.COM - Pascameninggalnya Ashraf suami Bunga Citra Lestari di usia muda karena jantung, sejumlah tips mencegah sakit jantung beredar.
Salah satunya yang kembali viral adalah cara cek jantung dengan memasukkan jari tangan ke dalam wadah berisi air dan es batu.
Sebuah ilustrasi mengenai cara cek jantung dengan mudah menjadi viral di antara masyarakat Indonesia.
Cara tersebut diawali dengan memasukkan es batu ke wadah berisi air.
Setelah itu, kedua tangan dimasukkan ke dalam air dan es batu selama 30 detik.
Menurut ilustrasi tersebut, apabila jari memerah maka jantung aman.
Sementara itu, bila jari menjadi pucat, maka artinya jantung tidak aman.

Namun, benarkah cara sederhana ini bisa menentukan kesehatan jantung?
Untuk mendapatkan jawabannya, Kompas.com menghubungi dr Ivan Noersyid, SpJP, dokter spesialis jantung dari RS Awal Bros Bekasi Timur, Kamis (19/12/2019) dan Prof Ari Fahrial Syam, Akademisi dan Praktisi Klinis pada Jumat (12/20/2019).
Baik Ivan maupun Ari sependapat bahwa ilustrasi tersebut tidak benar.
Ari mengatakan, (ilustrasi ini) hoaks.
Tidak ada pemeriksaan ini di kedokteran.
Bisa Berbahaya
Ivan pun mengatakan bahwa cara yang diilustrasikan tidak terbukti secara ilmiah, baik pada pustaka lama maupun pustaka baru.
Malah, Ivan berkata bahwa memeriksa jantung dengan cara itu bisa jadi berbahaya bagi pengguna karena secara medis tidak ada atau belum terbukti ilmiah.
Daripada menggunakan cara itu, Ivan lebih menyarankan untuk sadar akan faktor risiko akan penyakit jantung.
Sebagai contoh, untuk penyakit jantung koroner, faktor risiko meliputi usia di atas 40 tahun, memiliki penyakit diabetes melitus atau hipertensi, obesitas, meminum alkohol dan merokok.
Sementara itu, gejala dari penyakit jantung antara lain nyeri pada dada atau rasa berdebar-debar.
Di samping mengetahui faktor risiko, cara termudah untuk mengecek kesehatan jantung adalah dengan memeriksa nadi sendiri.
Pada saat ini, sudah ada berbagai bantuan alat seperti pada ponsel atau pada jam pintar yang dapat mempermudah pemeriksaan denyut nadi.
Untuk diketahui, denyut nadi normal mencapai 60-100 kali per menit. Bila denyut nadi Anda berada di luar batas normal, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Olahraga dan Sakit Jantung
Menurut dr Antonia Lukito SpJP semakin banyak laki-laki muda usia terkena serangan jantung, terbanyak disebabkan gaya hidup.
Zaman sekarang terlalu banyak duduk memegang gadget untuk urusan pekerjaan atau kepentingan lain.
Selain gaya hidup, juga adanya faktor risiko dan keturunan.
Adapun faktor risiko serangan jantung diantaranya karena adanya hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, ngorok dan kurang olahraga.
Selain itu memiliki gangguan irama jantung, gangguan katup jantung yang tidak disadari.
"Ketika laki-laki berusia 35 tahun harus mulai check up kesehatan jantung, walaupun merasa sehat-sehat saja," saran dokter dari RS Siloam Karawaci ini.
Pasalnya seringakali adanya gangguan irama jantung serta katup jantung tidak disadari kalau tidak dilakukan pemeriksaan. Tahu-tahu terkena serangan dan langsung kolaps.
Mengenai orang yang rajin olahraga namun tetap terkena serangan jantung menurut dokter Antonia seringkali karena yang bersangkutan tidak melakukan checkup dan melakukan olahraga yang berlebihan dan tidak konsisten.
Apalagi saat melakukan olahraga tidak didampingi pelatih atau konsultasi yang bisa membimbing untuk manakar latihannya sudah dianggap berlebihan atau tidak.
" Olahraga, baik kurang atau kelebihan juga tidak baik. Sebaiknya lakukan olahraga didampingi pelatih, dan melakukan check up, " katanya.
Ia menjelaskan, saat olahraga, kebutuhan oksigen sangat tinggi.
Bagi seseorang yang punya kelainan jantung seperti gangguan irama jantung, koroner yang tidak disadari, saat olaharaga kebutuhan oksigen yang sangat tinggi itu menjadi beban bagi jantung.
Semakin lama dan berlebihan dalam olahraga, semakin banyak oksigen, beban jantung semakin besar.
Kondisi ini ditambah lagi banyak mengeluarkan keringat dan mengeluarkan mineral. Akibatnya kerja jantung jadi terganggu.
Bila diabaikan, akhirnya kolaps, jantung tidak bisa menahan beban dan akhirnya berhenti.
Kondisi ini dikenal serangan jantung dan berakibat fatal hingga merengut nyawa.
"Banyak anak muda merasa sehat ikut marathon ternyata punya gangguan jantung akibatnya saat atau sesudah olahraga terkena serangan jantung. Sebaiknya kalau mau olahraga dan marathon lakukan dulu check up," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Cara Cepat Cek Jantung dengan Air dan Es Batu, Ini Kata Dokter