Virus Corona
Kisah Dokter Li Wenliang Dituding Sebar Hoax, Kini Jadi Korban Virus Corona yang Ditemukannya
Kabar kematian dokter Li Wenliang ini dikonfirmasi oleh pihak Rumah Sakit Pusat Wuhan pada Jumat (7/2/2020) dini hari.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Menindaklanjuti temuannya itu, Dr Li kemudian mengirim pesan ke sesama dokter di sebuah grup obrolan media sosial untuk memperingatkan sesama dokter tentang virus yang ia lihat.
Pesan itu ia kirim pada 30 Desember 2019.
Dalam pesannya itu, Dr Li menyarankan agar mereka memakai pakaian pelindung untuk menghindari infeksi.
Saat itu, Dr Li tidak tahu bahwa virus yang ia temukan merupakan Virus Corona baru yang kemudian mewabah saat ini.
Empat hari setelah ia mengirim pesan tersebut, ia justru didatangi oleh polisi dari Bagian Keamanan Publik.
Polisi meminta ia menandatangani surat.
Dalam surat itu, polisi menyebut Dr Li telah menyebar hoaks yang menimbulkan keresahan publik.
"Kami sungguh-sungguh memperingatkan Anda. Jika Anda tetap keras kepala dengan sikap Anda dan terus melakukan menyebarkan informasi, Anda akan kami bawa ke pengadilan. Apakah Anda paham?" demikian bunyi surat itu.
Dr Li kemudian menandangai surat itu dan menyatakan bakal mematuhi apa yang diminta oleh polisi.
Tidak hanya Dr Li, tujuh petugas medis lainnya juga diselidiki polisi karena menyebarkan informasi soal virus tersebut.
Pada akhir Januari 2020 atau setelah Virus Corona menyebar Dr Li mengunggah salinan surat polisi itu di media sosial Weibo dan menjelaskan apa yang terjadi.
Sementara polisi telah meminta maaf atas apa yang mereka lakukan.
Dokter Li Terkena Virus Corona
Seminggu setelah didatangi polisi, Dr Li merawat seorang wanita yang menderita glaukoma.
Dia tidak tahu jika wanita itu ternyata terinveksi Virus Corona.
Lewat postingan di Weibo, Dr Li menceritakan ia mulai mengalami batuk pada dilanjut dengan demam pada hari berikutnya.
Dua hari kemudian ia akhirnya dirawat di rumah sakit.
Ketika dirawat, Dr Li menjalani beberapa kali uji yang awalnya ia negatif.
Namun, ia akhirnya mengabarkan ia positif terinfeksi Virus Corona pada 30 Januari 2020.
Dr Li memposting foto dirinya yang tengah dalam perawatan setelah terinfeksi Virus Corona.
Ia memposting foto pada 31 Januari 2020, sehari setelah ia dinyatakan terinfeksi Virus Corona (bbc.com)
Pada 20 Januari 2020, otoritas Cina baru menyatakan tentang penyebaran Virus Corona sebagai wabah yang menular.
Dr Li terkena Virus Corona karena pada pekan pertama bulan Januari saat masa awal penyebaran virus, para pejabat di Wuhan mengatakan bahwa Virus Corona hanya dapat menginfeksi pada mereka yang melakukan kontak dengan hewan.
Saat itu, tidak ada panduan agar para dokter terhindar dari virus itu.
Atas postingan Dr Li yang menceritakan apa yang telah terjadi, warganet memberikan dukungan dan menyebut Dr Li sebagai pahlawan.
Kasus Dr Li dikhawatirkan akan menyebakan ketakutan bagi dokter di masa depan untuk mengeluarkan peringatan dini ketika merteka menemukan tanda-tanda penyakit menular.
Warganet juga menyayangkan pemerintah China yang menutup informasi di awal-awal sebaran virus.