Virus Corona
Kisah Dokter Li Wenliang Dituding Sebar Hoax, Kini Jadi Korban Virus Corona yang Ditemukannya
Kabar kematian dokter Li Wenliang ini dikonfirmasi oleh pihak Rumah Sakit Pusat Wuhan pada Jumat (7/2/2020) dini hari.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Sebagian besar mengatakan bahwa pemerintah berutang permintaan maaf kepada Dr Li dan keluarga Dr Li.
Topik lain yang menjadi pembahasan adalah soal kebebasan berbicara di China.
Peristiwa ini menjadi pemicu warga menggelorakan kebebasan berbicara.
Update jumlah korban Virus Corona
Jumlah korban jiwa dan jumlah orang yang terinfeksi oleh coronavirus Wuhan terus bertambah, tanpa ada tanda-tanda menurun meskipun ada karantina dan metode pengendalian populasi diberlakukan di Cina tengah.
Jumlah kasus yang dikonfirmasi secara global mencapai 28.275 pada hari Kamis, dengan lebih dari 28.000 di China.
Jumlah kasus di Cina tumbuh 3.694, atau 15%, pada hari sebelumnya.
Sejauh ini, ada 565 kematian, semuanya kecuali dua di China, dengan satu di Filipina dan satu di Hong Kong. (*/CNN)
Kisahnya
Sebelum Virus Corona mulai menyebar dan diumumkan secara resmi oleh Pemerintah China, seorang dokter di China telah memberi peringatan tentang Virus Corona.
Namun, bukannya mendapat respons positif, dokter itu justru didatangi polisi dan diancam bakal diproses hukum.
Dikutip dari BBC.com, Selasa (4/2/2020), pada bulan Desember 2019, Dr Li Wenliang, seorang dokter di rumah sakit di Wuhan menemukan tujuh kasus virus yang saat ia ia sebut mirip dengan virus SARS yang pernah mewabah di China pada 2003.
Kasus virus yang ia temukan itu berasal dari pasar ikan Huanan di Wuhan.
Pasar Seafood Huanan diduga bukan menjadi satu-satunya penyebab Virus Corona mewabah. (Twitter @muiyixiao)
Saat itu, para pasien yang terkena virus tersebut dirawat di rumah sakit tempat Dr Li bekerja.