Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akhirnya, Eks Mentan Buktikan 'Data Mafia' Luas Sawah Indonesia Benar

Data terbaru Desember 2019 ini, luas lahan baku sawah nasional menjadi 7,463 juta Ha. Sebelumnya luas sawah potensial Indonesia 7,71 juta Ha.

Tayang:
Penulis: Hasan Basri | Editor: Thamzil Thahir
Humas Kementan
Di Kediri, Mentan Amran Bangga Demontrasikan Teknologi Canggih Pertanian1 

Mentan Amran, kala itu, menyebut data BPS keliru. Bukan hanya itu, Amran juga menuding lembaga itu menggunakan data mafia dalam meramal luas panen dengan skema Kerangka Sampel Area (KSA).

BPS, kala itu berkilah, ketidakakuratan data produksi padi di Indonesia diduga telah terjadi sejak lama.
Bahkan, studi yang dilakukan instansi tersebut bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun 1998 telah mengisyaratkan kelebihan perkiraan luas panen sekitar 17,07%.

Pemandangan sawah di desa Tondokbakaru, Mamasa
Pemandangan sawah di desa Tondokbakaru, Mamasa (semuel / tribun timur)

Sofyan Djalil menyebut faktor yang berkurangnya lahan baku sawah ketika diverifikasi ulang.
"Macam-macam sebabnya, data dari 2018 itu citra satelite itu musim hujan kelihatannya air. Kalau musim kering ditanami, setelah melihat ke lapangan komplain-komplain itu kita akomodasi sehingga bertambah 300 ribu Ha," ungkap Sofyan.

luas lahan baku yang bertambah ini sebagian besar terletak di Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

"Karena lahan sawah yang belum terverifikasi sebelumnya jauh lebih besar dari sawah yang mengalami alih fungsi," ungkapnya.

Namun, terdapat daerah yang luas lahan baku sawahnya justru menurun yang diantaranya, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Aceh, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Riau.

Bupati Bone Dr A Fahsar Mahdin Padjalangi bersama Danrem 141 Toddoppulu Kolonel Inf Suwarno  menghadiri peresmian cetak sawah baru yang dirangkaikan tanam perdana  musim tanam pada bulan April-September di Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Kamis (26/09/2019).
Bupati Bone Dr A Fahsar Mahdin Padjalangi bersama Danrem 141 Toddoppulu Kolonel Inf Suwarno menghadiri peresmian cetak sawah baru yang dirangkaikan tanam perdana musim tanam pada bulan April-September di Kelurahan Ceppaga Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Kamis (26/09/2019). (TRIBUN TIMUR/JUSTANG MUHAMMAD)

"Penurunan itu karena terjadi alih fungsi, jadi kawasan industri, perumahan, infrastruktur, sehingga terjadi penurunan," pungkasnya.

Sebelumnya, di awal masa jabatannya, Oktober 2019 lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berjanji fokus menyelesaikan masalah data pertanian dalam 100 hari pertama.

Menurut dia, data pertanian yang jelas diperlukan untuk mengetahui kondisi sektor tersebut pada setiap daerah. "Data ini menjadi milik Kementerian Pertanian yanbhg harus disepakati oleh semuanya. Tidak boleh kementerian lain punya data pertanian," pungkasnyah

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved