Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Citizen Reporter

Perahu Padewakkang Akhirnya Tiba di Darwin Australia, 50 Hari Berlayar dari Selat Makassar

Perahu Padewakkang Akhirnya Tiba di Darwin Australia, 50 Hari Berlayar dari Selat Makassar

Penulis: CitizenReporter | Editor: Hasrul
Citizen Reporter
Perahu Padewakkang akhirnya tiba di Darwin Australia pada 28 Januari setelah 50 hari berlayar meninggalkan Selat Makassar pada 8 Desember 2019 lalu. 

Laporan Sitti Yudiarti Sebagai Penerjemah Abu Hanifah Institute, Australia

Perahu Padewakkang akhirnya tiba di Darwin Australia pada 28 Januari setelah 50 hari berlayar meninggalkan Selat Makassar pada 8 Desember 2019 lalu.

Pelayaran ini murni hanya menggunakan layar dalam rangka napak tilas perjalanan muslim Makassar menuju Australia dan mencari Teripang.

Perjalanan ini diinisiasi sepenuhnya oleh Institute Abu Hanifah, Australia dalam pembuatan film dokumenter berjudul 'Before 1770' yang akan ditayangkan di Australia pada Juni mendatang.

Perahu Padewakkang akhirnya tiba di Darwin Australia pada 28 Januari setelah 50 hari berlayar meninggalkan Selat Makassar pada 8 Desember 2019 lalu.
Perahu Padewakkang akhirnya tiba di Darwin Australia pada 28 Januari setelah 50 hari berlayar meninggalkan Selat Makassar pada 8 Desember 2019 lalu. (Citizen Reporter)

Perlayaran Perahu Padewakkang tidaklah semulus yang diharapkan, terdapat dua kali patah kemudi juga sempat mengalami robek layar dan beberapa kerusakan kecil lainnya.

Keadaan cuaca dan angin juga tidak selalu mendukung sehingga beberapa kali Perahu Padewakkang bersandar di beberapa pulau berhari-hari.

Meskipun demikian alat keselamatan yang dimiliki kapal ini berstandar internasional juga dilengkapi dengan satelit GPS.

Selama pelayarannya, salah satu tim film yang ikut juga melakukan beberapa shoot untuk mengabadikan perjalanan kapal ini sebagai bahan untuk film.

Tidak berhenti di Darwin, setelah melakukan pemeriksaan dan fumigasi, Perahu Padewakkang dijadwalkan akan kembali berlayar pada Kamis 9 Februari menuju Yirkalla untuk melakukan proses shooting bersama kru kapal.

Recommended Top 10 Pariwisata Unggulan Sepanjang 2020 Rugi Kalau Dilewatkan Berikut Daftarnya

5 Virus Disebabkan Kelelawar, Bukan hanya Virus Corona, Ada Rabies hingga Marburg, Ini Bahayanya?

Pembuatan film dokumenter berjudul “Before 1770”
Pembuatan film dokumenter berjudul “Before 1770” (Citizen Reporter)

Film 'Before 1770' tidak hanya mengambil proses pelayaran Perahu Padewakkang menuju Australia, tapi juga mengangkat cerita tentang hubungan persaudaraan yang erat antara muslim Makassar dan suku Aborigin yang merupakan penduduk asli Australia.

Hj. Mansyur merupakan sosok terpenting dalam film dokumenter ini. Ia merupakan cucu dari Husain dg. Rangka yang beristrikan perempuan Aborigin bernama Gunanong. H Mansyur.

Sempat bertemu dengan keluarganya di Australia pada tahun 1987 juga menggunakan Perahu Padewakkang yang saat ini dimuseumkan di Darwin dan dijadwalkan akan kembali ke Australia 6 Maret mendatang menuju Pulau Elcho untuk bertemu dengan keluarganya di sana.

“Hal pertama yang akan dilakukan ialah melakukan shooting kedatangan H Mansyur dan langsung menuju pulau Elcho untuk bertemu dengan keluarganya disana, ini merupakan salah satu pengambilan shoot terpenting” kata Shaykh Wesam Charkawi Pimpinan Abu Hanifah Institute.

Ini 54 Hoaks tentang Virus Corona, Paling Banyak di Whatssap, dari Kurma Hingga Senjata Biologis

Takut Virus Corona 7 Negara Ini Larang Turis dan Warga China Masuk, Termasuk Singapura dan Australia

Pembuatan film dokumenter berjudul “Before 1770”
Pembuatan film dokumenter berjudul “Before 1770” (Citizen Reporter)

H Mansyur akan melakukan tour di beberapa wilayah di Australia untuk mengunjungi keluarganya di sana. Selain menuju Pulau Elcho, beliau juga akan mengunjungi Yirkalla kemudian Sydney.

Sementara itu, Sitti Yudiarti Sebagai Penerjemah Abu Hanifah mengatakan, kedatangan Hj. Mansyur telah lama ditunggu oleh keluarganya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved