Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dirut PKM Pangkep

Dirut PKM Akan Bawa ke Ranah Hukum, Koordinator Aksi Siap Hadapi

Di depan awak media, Didit mengaku telah dicemarkan nama baiknya dengan berbagai tuduhan dan perkataan yang menurutnya, tidak sesuai.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Syamsul Bahri
Munji/Tribun Pangkep
Direktur Utama (Dirut) PT Prima Karya Manunggal, Didit Adi Prasetyo di Kantornya PT PKM, Kamis (30/1/2020). 

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO-- Direktur Utama (Dirut) Prima Karya Manunggal (PKM) Didit Adi Prasetyo  marah atas apa yang diperbuat koordinator aksi demo, lusa kemarin.

Di depan awak media, Didit mengaku telah dicemarkan nama baiknya dengan berbagai tuduhan dan perkataan yang menurutnya, tidak sesuai.

"Dia sudah cemarkan nama baik saya dan PKM, saya akan bawa ke ranah hukum," katanya, Kamis (30/1/2020).

Didit mengaku, apa yang dilakukan salah satu karyawannya itu telah membuatnya naik pitam dan tidak bisa dia terima lagi.

"Sudah berapa kali saya coba bina dia, dia itu yang berulah eh kenapa saya yang dituduhkan tanpa bukti begitu. Intinya secepatnya saya akan laporkan dia," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi demo kemarin, Arfan Tualle mengaku menerima jika Didit memang mau melaporkan dirinya.

"Nda apa-apa lapor saja, biar saya beberkan semuanya di depan polisi," ungkapnya.

Arfan mengaku, telah memegang sejumlah bukti-bukti terkait PKM dan siap menghadapi Didit.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama (Dirut) PT Prima Karya Manunggal, Didit Adi Prasetyo membantah soal pemotongan gaji karyawan 20 persen dan utang di PT Amka mencapai miliaran.

Menurutnya, demo yang dilakukan kemarin di PT PKM itu, dipolitisasi dan hanya untuk kepentingan satu orang saja.

"Saya bantah terkait demo ini, yang namanya gaji dipotong 20 persen itu, pastilah dipotong kalau dia lakukan kesalahan. Catat! ini ditujukan ke satu orang itu yah Arfan Tualle," ujarnya di Kantor PKM, Rabu (28/1/2020).

Menurut Didit, Arfan sudah melakukan kesalahan dan telah memberi surat peringatan, tetapi masih dilalukan lagi.

"Kita ada namanya SP1 itu ya jelas dipotong. Orang disuruh kerja, mengerjakan tugasnya tetapi malah tidak dikerjakan," kata Didit.

Didit mengaku, dia pernah menonjobkan Arfan Tualle sebagai kepala divisi karena kemalasan karyawannya tersebut.

"Pertama kali, saya nonjobkan karena dia tidak melakukan tugasnya, dia membuat ulah tetapi disuruh bina lagi. Jadi saya kembalikan, eh di bagian SDM dia berulah lagi," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved