Jatah BBM Subsidi Sulbar
Jatah BBM Subsidi Tahun 2020 untuk Wilayah Sulbar Tak Bertambah
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar Amri Eka Sakti mengatakan kuota yang sudah tersedia tahun 2020 yakni Premiun 94.322 KL (Kilo Lit
Penulis: Nurhadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk wilayah Sulawesi Barat tak bertambah.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar Amri Eka Sakti mengatakan kuota yang sudah tersedia tahun 2020 yakni Premiun 94.322 KL (Kilo Liter) dan Solar 54.641 KL.
"Tidak ada peningkatan kuota. BPH Migas dan Pertamina sudah menetapkan itu,"kata Amri Eka Sakti di Mamuju beberapa waktu lalu.
Ia menerankan kekurangan kuota BBM bersubsidi di Sulbar selama disebabkan kebocoran sistem pendistribusian, termasuk adanya indikasi BBM bersubdisi dijadikan konsumtif oleh perusahaan.
Namun, kata dia, tahun ini pihak Kementerian ESDM telah menandatangani kesepakatan bersama Kepolisian RI, dan menjamin pengawasan ketat pendistribusian BBM ke setiap daerah.
Atas dasar itu, Amri berharap tidak ada lagi kekurangan BBM bersubsidi di Sulbar.
"Kemarin pengawasan yang kurang ketat. Sebab itu kita menggandeng Polri untuk melakukan pengawasan. Mudah-mudahan tidak ada lagi kekurangan kuota seperti tahun sebelimnya dan dari segi kuota 2020, cukup kok,"ujarnya.
Jika terjadi kehabisan, Amri memastikan Pemerintah tentu tidak tinggal diam. Pihaknya tidak akan biarkan terjaei kekosongan BBM di Sulbar.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Sulbar Hamrullah mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk meminta penambahan.
Pihaknya sudah menghitung kebutuhan berdasarkan jumlah penduduk, kebutuhan nelayan, pertanian, perikanan, termasuk pelayanan umum dan transportasi darat hingga menghasilnya besaran kebutuhan Solar (Subsidi) 91.000 KL per tahun dan Premium (Subsidi) 140 KL per tahun.
"Besaran itulah diusulkan ke BPH migas untuk 2020. Yang terealisasi itu, Solar 54.000 Kilo liter, Premium 94.000 kilo liter,"katanya.
Hamrullah pun tidak menafikan soal dugaan kasus mengalirnya BBM Jenis Solar menjadi konsumsi industri perusahaan.
"Solar masuk ke perusahaan itu sudah ditindaklanjuti, kita koordinasi dengan Polri, sekarang bekerjasama Polri," ungkapnya.
Salah satu bentuk kerjasama dengan Polri saat ini, tersedianya stok BBM untuk kebutuhan operasional di setiap daerah, seperti di Mamuju, dari 20 lebih SPBU tersebar di Sulbar.
Kata Hamrullah, salah satu tempat penampungan stok kuota BBM untuk Polri di SPBU Simbuang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bbm-di-spbu-simbuang-kabupaten-mamuju.jpg)