Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Lakukan Perbuatan Asusila, Sepasang Remaja Siaran Langsung di Facebook

Sepasang kekasih itupun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, terhadap masyarakat papua.

Editor: Ansar
Tribunnews.com
Sepasang kekasih berinisial GPI dan CDP telah berklarifikasi permohonan maaf atas video live streaming Asusila di media sosial facebook yang viral beberapa minggu lalu, Senin (20/01/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua remaja berinisial GPI dan CDP meminta maaf atas penayangan siaran langsung atau live streaming berisi konten asusila di media sosial Facebook milik keduanya.

Sepasang kekasih itupun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, terhadap masyarakat papua.

Karena telah melakukan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh kalangan muda papua.

“Kami berdua Sangat menyesal atas perbuatan kami yang sangat meresahkan dan mengganggu Seluruh pengguna Media Sosial, Dengan kejadian ini kami memohon maa terlebih untuk generasi muda di Tanah Papua dan Seluruh INDONESIA, dengan sangat menyesal sekali lagi kami meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Permohonan maaf kedua remaja ini difasilitasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua, pada Senin (20/1/2020).

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/1/2020).

"Keduanya telah minta maaf," kata Kamal.

Kasus ini terjadi pada Kamis (9/1/2020), pukul 08.10 WIT. Ketika itu, anggota Sub Direktorat V Siber Ditreskrimsus Polda Papua melakukan patroli siber di dunia maya.

Polisi menemukan tayangan live streaming yang dibagikan oleh akun Facebook bernama Venezuella.

Dalam video itu terdapat dua remaja sedang berada dalam sebuah kamar hotel.

Keduanya menampilkan live streaming mengenai kegiatan mereka berdua yang berdurasi selama 13 menit 47 detik.

Video asusila tersebut mendapat banyak komentar, sehingga menjadi viral di media sosial Facebook.

Menurut Kamal, pada Jumat (17/1/2020) pukul 10.53 WIT, anggota Ditreskrimsus Polda Papua mengamankan kedua remaja.

Keduanya kemudian diminta klarifikasi oleh penyidik di Mapolda Papua, Kota Jayapura, terkait maksud dan tujuan penayangan video tersebut.

Keduanya menyatakan menyesal dan mengakui kesalahan yang mereka lakukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved