Kasus Fee 30 Persen

Sidang Fee 30 Persen, Simak Kesaksian Danny Pomanto Soal Anggaran Rp 5 Miliar

Kegiatan Sosialisasi yang berujung kasus Fee 30 Persen ini, jadikan eks Kepala BPKD Kota Makassar, Erwin Haiya jadi tersangka.

darul/tribun-timur.com
Mantan Wali kota Makassar Danny Pomanto, mengikuti sidang korupsi kasus Fee 30 Persen 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto alias DP secara terbuka mengaku, adanya kegiatan Sosialisasi ditingkat Kecamatan.

Kegiatan Sosialisasi yang berujung kasus Fee 30 Persen ini, jadikan eks Kepala BPKD Kota Makassar, Erwin Haiya jadi tersangka.

Pengakuan disampaikan DP, disaat sidang kasus Fee 30 Persen di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis (16/1/2020) siang.

Menjawab pertanyaan majelis hakim soal kegiatan Sosialisasi itu, Danny Pomanto mengaku sangat tahu terkait Sosialisasi.

"Itu saya paham yang mulia, karena waktu itu adanya pelimpahan kewenangan terkait kebersihan," kata Danny saat persidangan.

Pelimpahan kewenangan soal kebersihan itu, dilimpahkan dari Dinas ke Kecamatan sejak Makassar mendapat piala Adipura.

Majelis Hakim menyebutkan, jika memang ada kegiatan Sosialisasi pada Kecamatan, tentunya adanya konsekuensi anggaran.

Sebelum menjawab konsekuensi anggaran, Danny sempat menjelaskan berhubungan dengan kebersihan, seperti bank sampah.

"Mustinya tidak besar anggarannya dalam sosialisasi ini yang mulia, kegiatan 2017 itu adalah sosialisasi terakhir," jelas Danny.

Majelis Hakim menekankan lagi, anggaran Sosialisasi 2017 kurang lebih Rp 5 Miliar di Kecamatan, dan kata hakim cukup besar.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved